Pelaku adalah Khalid Algasy (22), warga Jalan Arimbi, Surabaya. Pembunuhan itu terjadi setelah sebelumnya kedua pria tersebut diduga cekcok.
"Korban meninggal di Rumah Sakit Adi Husada Undaan," ujar Kapolsek Tegalsari Kompol Noerijanto kepada wartawan, Senin (30/1/2017).
Noerijanto mengatakan, korban tewas dengan dua luka tusukan pada dada dan perut. Setelah menusuk, Khalid sempat lari dan bersembunyi. Namun pada ahirnya Khalid tertangkap.
"Tertangkap masih di sekitar area itu. Untuk kronologi dan sebabnya, kami masih mendalami," tandas Noerijanto.
Dari informasi yang dihimpun, kejadian ini berawal saat Khalid dan temannya datang ke Diskotek Station di lantai 6 TP pada Senin dini hari. Di dalam diskotek, pria yang bekerja sebagai sopir travel ini berjoget mengikuti alunan musik.
Saat asyik menggoyangkan tubuh, Khalid bersenggolan dengan korban. Merasa tak terima dan saling benar sendiri, mereka pun cekcok. Mereka adu mulut. Cekcok itu berlanjut hingga ke tempat parkir. Di tempat parkir, korban memukul Khalid sebanyak dua kali.
Pukulan itu membuat Khalid marah. Dia mengambil pisau kecil yang tersimpan di dalam ikat pinggangnya. Ikat pinggang itu sudah dimodifikasi agar bisa dimasukkan pisau di dalamnya. Khalid menusuk korban di bagian dada kanan dan perut kanan.
Pertengkaran itu terlihat oleh petugas keamanan. Tetapi Khalid keburu kabur. Petugas keamanan bersama polisi yang dihubungi segera mencari Khalid yang akhirnya dapat diamankan. (iwd/fat)











































