Sebelum sampai di Kantor Pemkab, Jalan Hayam Wuruk, Pasuruan, para Sakera Mania terlebi dulu menggelar konvoi motor.
Di Kantor Pemkab, para suporter Laskar Sakera, julukan Persekabpas langsung melakukan aksi. Mereka langsung menabuh peralatan musik yang biasa mereka bawa ke stadion untuk memberi dukungan pada tim kesayangan. Mereka juga menyanyikan lagu-lagu penyemangat dan berjingkrak.
Para Sakera Mania juga membentangkan puluhan poster dan spanduk tuntutan agar Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf membangkitkan kembali Persekabpas. Mereka menuntut bupati membersihkan manajemen lama dan diganti yang baru yang lebih mencintai Pesekabpas.
Foto: Muhajir Arifin |
Ia mengaskan tekad para Sakera Mania harus segera bangkit. Manajemen yang lama segera diganti yang baru. "Kalau Persekabpas manajemennya tikus-tikus dibuang pasti bangkit," tandasnya.
"Salam wani carok!" tandas orator. "Sakera!" sahut para Sakera Mania.
Orator lain menegaskan, Kabupaten Pasuruan memiliki ribaun perusahaan, namun Persekabpas tak bisa bangkit.
"Ganti manajemen yang mau cari hidup dari Persekabpas, ganti dengan yang mau menghidupi Persekabpas. Kucurkan dana yang lebih besar untuk Persekabpas," tandasnya.
Para Sakera Mania juga membentangkan puluhan poster dan spanduk diantaranya berbunyi "Gus Irsyad Tolong Ganti Tikus-tikus Management Persekabpas Yang Berdasi", Management Kamu Kok Jahat See", "Gus Irsyad Bangkitkan Kebanggaan Kami Persekabpas," dan tuntutan lainnya.
Setelah puas berorasi, perwakilan Sakera Mania kemudian diterima Asisten Pemerintahan Anang Saiful Wijaya, Kedua PSSI Kabupaten Pasuruan Iswahyudi dan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Abdul Munib.
Foto: Muhajir Arifin |
Terkait tuntutan anggaran yang lebih besar pada Persekabpas, Iswahyudi mengatakan secara aturan APBD hanya bisa diberikan ke KONI yang kemudian dibagikan ke semua cabang olah raga termasuk sepakbola.
"Dari KONI PSSI dapat Rp500 juta pertahun, itu sangat minim untuk menjalankan kompetisi Liga Nusantara dan kompetisi internal, tapi tetap kami upayakan," terangnya.
Sementara terkait harapan Sakera Mania agar Persekabpas didanai perusahaan, Iswahyudi menegaskan dirinya tak memiliki wewenang untuk berkomentar.
"Itu masalah regulasi, tentunya akan sangat bagus jika perusahaan mau mendanai Persekabpas," tandasnya.
Setelah ditemui perwakilan Pemkab, massa bubar dengan tertib. Korlap Sakera Mania, Siamat, menegaskan akan menunggu perkembangan langkah-langkah konkrit yang diambil pemerintah.
"Kami tunggu dua minggu ini apakah ada perkembangan. Harus ada langkah konkrit untuk membangkitkan Persekabpas," tandasnya.
(bdh/bdh)












































Foto: Muhajir Arifin
Foto: Muhajir Arifin