Bupati Emil Deteksi Penyebab Longsor KM 17 Trenggalek-Ponorogo

Bupati Emil Deteksi Penyebab Longsor KM 17 Trenggalek-Ponorogo

Adhar Muttaqin - detikNews
Minggu, 29 Jan 2017 20:22 WIB
Bupati Emil Deteksi Penyebab Longsor KM 17 Trenggalek-Ponorogo
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak menduga, salah satu penyebab terjadinya longsor berskala besar di KM 17, ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo adalah aktivitas persawahan yang ada di atas gunung.

"Ternyata di atas lereng yang longsor ini, sekitar 150 meter ada sawah warga. Nah sebagian itu ambles dan retak sehingga sawahnya mati, karena air tidak ke sawah namun ke kawasan tebing ini. Dari gambar udara sangat jelas," katanya, Minggu (29/1/2017).

Menurutnya, indikasi itu juga diperkuat dengan munculnya sejumlah aliran air dari atas tebing secara terus menerus. Keberadaan air yang masuk di sela-sela bebatuan di KM 17 sangat berpengaruh terhadap kekuatan tanah.

"Struktur batuan yang ada di sini ini adalah vulkanik lapuk, sehingga apabila terkena air terus menerus menjadi labil dan akan muncul semacam 'sliding line'. Tanahnya tidak bisa lagi mencengkeram batuan yang ada," ujarnya.
Foto udara tebing di atas jalur Trenggelek-Ponorogo KM 17Foto udara tebing di atas jalur Trenggelek-Ponorogo KM 17 Foto: Adhar Muttaqin

Emil menambahkan, terkait kondisi tersebut pihaknya melakukan gotong-royong dengan puluhan warga dan aparat terkait di Desa Duren untuk menutup retakan yang ada di kawasan persawahan di atas tebing, serta membuat saluran air.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengalihkan air dari persawahan ke aliran sungai yang sebenarnya, sehingga tidak merembes dan masuk ke dalam bebatuan tebing.

"Harapannya, batu-batu berukuran besar itu tidak longsor lagi ke jalan. Makanya kami mengajak pemerintah pusat dan provinsi untuk memperhatikan jalur ini, karena bukan hanya kepentingan Trenggalek saja, tapi dari Yogyakarta, Wonogiri, Cirebon dan lain sebagainya banyak yang lewat sini," imbuh suami artis Arumi Bachsin ini.

Sementara saat ini kondisi jalur Trenggalek-Ponorogo di KM 17 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek mulai dibuka. Arus lalu lintas dari kedua arah berjalan dengan normal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Joko Rusianto mengatakan, selama tiga hari terakhir, tim gabungan dari pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkab Trenggalek telah berusaha semaksimal mungkin untuk membersihkan material longsor.

"Ada tiga alat berat yang dikerahkan ke lokasi bencana, Alhamdulillah hari ini sudah normal kembali," katanya kepada detikcom.

Meski demikian para pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, mengingat potensi terjadinya longsor susulan sangat tinggi. Sejumlah batu berukuran besar yang ada di atas tebing kondisinya cukup mengkhawatirkan dan rawan jatuh.

"Ini kalau terjadi hujan dengan intensitas tinggi, hampir dipastikan akan melorot lagi. Kami dari pemerintah kabupaten tetap siaga untuk mengantisipasi apabila terjadi longsor berikutnya," ujar Joko.

Sebelumnya, tebing setinggi 100 meter ambrol dan menutuk akses utama Trenggalek-Ponorogo sejak Rabu malam lalu. Banyaknya jumlah material longsor mengakibatkan proses pembersihan membutuhkan waktu lama. (fat/fat)
Berita Terkait