Jumlah wisatawan pun meningkat 60 persen. Para wisatawan datang mulai Jumat-Minggu (27-29/1).
"Biasanya 500 pengunjung, sekarang 1.200 pengunjung. Tahun lalu jumlah pengunjung hanya 1.000 orang," kata Kasi Wilayah 1 TNBTS, Fariana kepada detikcom saat dihubungi, Minggu (29/1/2017).
Sayang, para wisatawan tidak menghiraukan imbuan jarak radius aman 1 Km dari bibir kawah. Mereka tetap nekat naik ke atas bibir kawah, yang sangat berbahaya bagi keselamatan. Sebab puncak Bromo selalu mengeluarkan debu vulkanik.
Mereka dimanjakan pesona lautan pasir nan luas dan pemandangan sekitarnya. Seperti bukit teletubis, puncak mentigen dan Cemoro Lawang, bahkan pasir berbisik.
Salah satunya, Fatmawati dan Dina asal Jakarta. Mereka mengaku senang dengan suasana keindahan Gunung Bromo.
"Liburan kali ini saya sama keluarga, meski saya pernah ke gunung di Eropa, namun Gunung Bromo tidak kalah. Saya datang baru satu kali ini ke Bromo," ujar Fatmawati.
Sementara pengunjung dari dalam kota mengaku kangen dengan hawanya yang sejuk di Gunung Bromo. "Senang ke Gunung Bromo karena sejuk dan indah, kalau di pantai panas," kata Indah Wahyuni, wisatawan lokal asal Pasuruan. (fat/fat)











































