"Ayo kita bersama-sama, jangan pakai ilmu katak, di bawah nendang, di atas meraih raih. Sudah cukup," kata Risma dalam sambutannya di Balai Kota Surabaya, Jumat (27/1/2017).
Ia juga memperingatkan bahwa mengabdi dan melayani rakyat adalah kewajiban kita dan menjadi hak rakyat untuk mendapatkannya. "Anda ini semua dibayar dengan uang rakyat, tolong kerja, jangan asal memerintah, tugasnya berikan arahan dan petunjuk," imbuh Risma.
Mutasi pejabat babak kedua ini memang direncanakan untuk mengisi kekosongan 15 kursi lurah yang sempat kosong serta rotasi bagi lurah yang masa jabatan di daerahnya telah lebih dari 5 tahun lebih sebagai bentuk penyegaran lingkungan kerja. Tak hanya Lurah, walikota juga melantik dua kepala bidang baru dan tiga sekretaris kecamatan baru.
"Yang rotasi bukan sebauh bentuk kebencian atau mempunyai salah tapi hanya penyegaran saja," ujar Risma.
Dari 15 kursi yang kosong, hanya terisi 13 posisi lurah. Pasalnya, dari test yang diikuti oleh 90 pejabat, hanya 13 yang berhasil lolos. (ze/bdh)










































