DetikNews
Kamis 26 Januari 2017, 01:36 WIB

Menonton Pameran Arsitektur Kelas Dunia Sembari Mencari Inspirasi

Riris Septi Arimbi - detikNews
Menonton Pameran Arsitektur Kelas Dunia Sembari Mencari Inspirasi Foto: Riris Arimbi
Surabaya - Jika Anda penyuka seni arsitektur, tak salah jika menonton pameran karya Jacques Ferrier. Karya arsitek dan urban planner asal Prancis ini yang kerja bareng dengan Institut Francais Indonesia (IFI) digelar di Visma Art Gallery, Jalan Tegalsari, Surabaya.

Berbagai proyek di seluruh dunia hasil besutannya bisa dinikmati dalam pameran yang mengusung tema 'A Vision For the Sensual City' ini. Wakil Direktur IFI Lucas Lefebvre mengatakan, ada sepuluh proyek arsitektur dari Jacques Ferrier yang ditampilkan.

"Pameran ini ditunjukkan untuk semua kalangan. Untuk mahasiswa, untuk generasi muda, maupun arsitek," terang Lucas, Rabu (24/1/2017).
Foto: Riris Arimbi

Sepuluh proyek yang dipamerkan dalam acara tersebut antara lain French Pavilion Expo Shanghai, Hachette Livre Headquarters, JFA – Office Life, Reconversion/Redevelopment, International French School of Beijing, Water Park Aqualagon, Sensual City Studio, Great Heights/Research Projects, Rouen Normandy City Hall dan Double Skin.

Ini adalah kali pertama IFI menggelar pameran arsitektur dan tata kota di Surabaya.Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang membuka pameran ini cukup senang karena proyek arsitektur berkelas dunia bisa memberikan inspirasi.

"Kita bisa lihat sebenarnya gedung-gedung yang indah ini berawal dari ide yang sangat sederhana," ujarnya.

Sebab, kata dia, berawal dari ide yang sederhana yang kemudian menjadi sesuatu luar biasa. "Di situlah sebenarnya makna kreativitas. Saya ingin pameran ini menjadi motivasi, terutama bagi arsitek-arsitek kita," tuturnya.

Gus Ipul mengatakan, pameran ini bisa menginspirasi para arsitektur dan para penikmat seni arsitektur di Kota Surabaya Ia berharap pameran ini bisa membuat masyarakat semakin kreatif. Karena karya yang dipajang dalam pameran ini merupakan proyek dari salah satu arsitektur yang terkenal di dunia.

Salah satu contoh ide yang menarik menurut Gus Ipul adalah dari kertas yang digambar kemudian ditarik, hingga kemudian dijadikan satu desain.

"Dengan macam-macam pertimbangan ilmu, sehingga jadilah gedung yang diberi tema gedung yang memanusiakan manusia, yang menghargai manusia sehingga mereka bisa akrab dengan gedung itu sekaligus bisa mengkarabkan manusia satu dengan manusia yang lain," terangnya.

Ia mencontohkan di Kota Surabaya termasuk dikategorikan kota yang membangun secara berkelanjutan. "Ini penting karena kemudian menjadi sebuah cerita tersendiri," kata Gus Ipul.
Foto: Riris Arimbi

Gus Ipul berharap, ke depan bangunan-bangunan yang ada di Surabaya maupun Jawa Timur mempertimbangkan faktor sejarah dalam pembangunannya, mempertimbangkan manusianya dan sekaligus setiap bangunan diharapkan memiliki makna yang jelas.

"Harapan kita pertama dalam membangun sesuatu itu faktor keindahan, tapi lingkungan juga harus dipertimbangkan, manusia juga dipertimbangkan. Itu tren dunia sekarang seperti itu," jelasnya.
(ugik/ugik)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed