DetikNews
Rabu 25 Januari 2017, 17:50 WIB

Longsor di Tiga Titik dan Dam Yani Jebol Terjadi di Mojokerto

Enggran Eko Budianto - detikNews
Longsor di Tiga Titik dan Dam Yani Jebol Terjadi di Mojokerto Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta - Intensitas hujan tinggi di Kabupaten Mojokerto mengakibatkan tanah longsor terjadi di tiga titik. Akibatnya, sempat memutus akses transportasi warga di kawasan Pacet dan Trawas. Selain itu, jebolnya Dam Yani sepanjang 20 meter membuat 700 hektare lahan padi kesulitan air.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Benca Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Mohamad Zaini mengatakan, tanah longsor terjadi di Jalan Mustofa Kamal Pasa, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Rabu (25/1/2017). Tebing sepanjang 8 meter setinggi 9 meter longsor menimbun jalan cor tersebut. Akibatnya, akses masuk ke wisata air panas Padusan sempat terputus.

"Longsor terjadi karena tanah gembur, tak ada penguat tebing. Material longsor menutup separuh lebih badan jalan namun sudah selesai pembersihan," kata Zaini kepada detikcom.

Tanah longsor juga terjadi di jalur perbatasan Desa Claket dengan wilayah Trawas, Selasa (24/1) malam. Material longsor berupa tanah, batu, dan pohon sempat menutup total jalur penghubung Kecamatan Pacet dengan Trawas itu. Jalur kembali normal setelah BPBD bersama para relawan melakukan pembersihan material longsor.

Sementara tanah longsor di Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas mengakibatkan jalan aspal penghubung Trawas-Jolotundo amblas selebar 1 meter dengan panjang 10 meter. Menurut Zaini, jalur selebar 4 meter itu masih bisa dilalui kendaraan. Pihaknya memasang garis pembatas supaya kendaraan tak terperosok.

"Memang curah hujan tinggi, tanah gembur, penguat tebing belum ada. Kami hanya bisa menunggu dinas terkait (Dinas Pekerjaan Umum) menganggarkan tembok penguat tebing," ujarnya.

Tak hanya tanah longsor, jebolnya Dam Yani di Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang mengakibatkan 700 hektare lahan padi warga Mojokerto mengalami kesulitan air. Dua pintu air ambrol sepanjang 20 meter akibat tergerus arus avur Sungai Brantas yang debitnya cukup tinggi.

Dam tersebut sangat vital untuk mengalirkan air ke lahan pertanian. Selain itu, jalan di atas dam biasa dilalui warga Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan untuk ke sawah dan pemakaman. Ambrolnya dam membuat warga harus memutas sejauh 10 Km melalui Sumobito atau Kedawung.

"Memamg dam masuk wilayah Jombang, namun yang terdampak wilayah Mojokerto. Sekitar 700 hektare lahan padi yang baru tanam di Desa Balongwono, Kedawung, Bicak, dan Bekucuk kesulitan air," terangnya.

Untuk mengatasi persoalan ini, tambah Zaini, pihaknya meminta bantuan pompa air dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. "Kami minta bantuan pompa air untuk mengalirkan air sungai ke sawah warga," tandasnya.
(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed