Sebab, kondisi sebagian lubang jalan dinilai sudah cukup parah. Di antanya bahkan ada yang mencapai 1,5 meter dengan kedalaman sekitar 30 cm. Sehingga dinilai berpotensi memicu terjadinya kecelakaan.
"Kalau total di sepanjang pantura Situbondo, kondisi jalan rusak dan berlubang itu mungkin lebih dari seribu titik. Makanya, tadi anggota Satlantas berinisiatif menimbun sebagian lubang jalan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan," kata Kanit Dikyasa Satlantas Polres Situbondo, Ipda Supoyo, Rabu (25/1/2017).
Keterangan detikcom menyebutkan, kegiatan penambalan lubang jalan yang dilakukan aparat Satlantas Polres Situbondo dilakukan di sepanjang jalan raya Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, hingga di jalan raya Desa Klatakan, Kecamatan Kendit.
Menggunakan peralatan manual, petugas terpaksa mengambil urukan tanah di sisi-sisi jalan raya. Lalu, menimbunkannya ke lubang-lubang jalan yang dianggap berpotensi menimbulkan kerawanan.
Langkah darurat yang dilakukan itu, karena sebagian kondisi lubang jalan itu dinilai sudah membahayakan pengendara, karena kondisinya cukup lebar dan dalam. Apalagi di musim hujan, lubang bisa tidak terlihat kalau tertutup genangan. Khususnya pengendara roda dua, bisa terjatuh kalau terperosok. Menghindari lubang pun juga dinggap bisa memicu terjadinya kecelakaan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga Jawa Timur agar ada peningkatan jalan raya di Situbondo. Tidak sekedar tambal sulam saja. Tapi Bina Marga Propinsi itu kan membawahi banyak jalan raya, tidak hanya jalur pantura di Situbondo saja. Makanya, sementara kita penanganan darurat dulu untuk antisipasi kecelakaan," papar mantan Penyidik Unit Laka Lantas itu.
Menurut Supoyo, aksi itu tidak hanya dilakukan di sepanjang jalan raya Pasir Putih hingga Klatakan saja. Sehari sebelumnya, Satuan Lantas Polres Situbondo juga melakukan penambalan lubang jalan di sepanjang jalan raya hutan Baluran, Kecamatan Banyuputih.
Bahkan, di tempat ini penambalan lubang jalan juga diikuti langsung oleh Kasat Lantas Polres Situbondo, AKP Ris Andrian Yudho Nugroho. Di sepanjang jalan Hutan Baluran, banyak lubang jalan yang kondisinya sudah parah. Semakin rawan, karena di jalur hutan Baluran juga banyak yang tidak dilengkapi dengan lampu penerangan jalan.
"Penimbunannya ada yang pakai tanah urukan, pakai pasir, dan sebagian juga dilengkapi dengan semen. Selain karena faktor hujan, rusaknya jalan itu saya kira juga karena banyak kendaraan yang muatannya melebihi tonase," tegas Ipda Supoyo.
(fat/fat)










































