Tingkatkan SDM di Jatim, Gubernur MoU dengan TNI AL dan PJB

Tingkatkan SDM di Jatim, Gubernur MoU dengan TNI AL dan PJB

Rois Jajeli - detikNews
Selasa, 24 Jan 2017 19:08 WIB
Tingkatkan SDM di Jatim, Gubernur MoU dengan TNI AL dan PJB
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan kerjasama dengan TNI Angkatan Laut (AL) dan PJB (pembangkit Jawa Bali), untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) para pelajar SMA Negeri di Jawa Timur.

"Kerjasama ini baru pertama kalinya dilakukan pemerintah deerah bekerjasama dengan TNI AL, dalam rangka pengembangan sumber daya manusia," kata Gubernur Jatim Soekarwo saat menyampaikan sambutannya di sela acara MoU dengan KASAL di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (24/1/2017).

MoU antara Gubernur Jawa Timur Soekarwo dengan Kepala Staf TNI Angkatan laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi, tentang Pendidikan dan pelatihan dalam rangka peningkatan kualitas SDM di Jawa Timur, dalam penerapan kurikulum khusus bela negara dan kemaritiman pada SMAN Taruna Jawa Timur.

Kerjasama kedua pemimpin TNI AL dan Pemprov Jatim itu ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerjasama antara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jatim dengan Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal) tentang Pelatihan kerja dalam rangka Peningkatan kualitas SDM bagi pencari kerja Jawa Timur.

"Kerjasama ini wujud sumbangsih serius dari TNI Angkatan Laut terhadap permasalahan sumber daya manusia di Jawa Timur," tuturnya.

Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo menambahkan, kerjasama dengan TNI AL bisa menyasar pada kawasan pantai selatan, yang dinilai memiliki potensi ikan luar biasa seperti tuna sirip kuning yang diekspor ke jepang.

"Potensi pantai selatan memang luar biasa. Ikan tuna sirip kuning langsung dikirim ke Jepang. Kerjasama di bidang kemaritiman ini menjadi bagian penting kesejahteraan masyarakat di kawasan pantai selatan," terangnya.

Sementara itu, KASAL Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan, TNI AL memiliki kapasitas pendidikan dan program pendidikan setiap tahunnya sebanyak 220 prodik. Diantara itu, ada waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk mengimplementasikan kerjasama kedua belah pihak khususnya dalam konteks pendidikan dan pelatihan. Serta sarana alat instruktur (alins) dan alat penolong instruksi (alogins), untuk mendukung pelatihan di Jawa Timur.

"TNI Angkatan Laut selalu siap membantu. TNI AL mempunyai Komando pengembangan dan pendidikan. Kobangdikal harus bisa bermanfaat bagi lingkungan," tuturnya.

KASAL memuji kejelian Gubernur Jatim Soekarwo dalam melihat fasilitas yang ada di TNI AL. "Sayang kalau tidak memberikan manfaat bagi kepentingan SDM di Jawa Timur," katanya.

"Melalui kesepakatan bersama hari ini, menjadi langkah yang baik dan dilanjutkan. Baik itu alat elektronika, las, permesinan, etiket table manner, pengamanan setempat domestik, kepelautan memiliki kapal praktik," tandasnya sambil menambahkan, TNI AL pada Tahun 2004 sudah melakukan pelatihan ke sekitar 200 nelayan.

Selain MoU dengan TNI AL, di tempat yang sama juga ditandatangani kerjasama antara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan Direktur Utama PT PJB tentang Pengembangan SDM di bidang Operation and Maintenance pembangkit tenaga listrik.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Jatim menilai, pendidikan vokasional sangat serius, karena di 42 persen tenaga kerja di Jawa Timur hanya lulusan sekolah dasar (SD) dan tidak lulus SMP.

Sejak Tahun 2012/2013, Pemprov Jatim membuat rasio 70 persen SMA : 30 persen SMK dirubah menjadi 70 persen SMK : 30 persen SMA. Untuk mendukung langkah tersebut, salah satunya memberlakukan moratorium terhadap SMA (tidak boleh mendirikan SMA mulai Tahun 2015. Tahun 2016 ini, jumlah SMK di Jatim sudah mencapai 65 persen dan SMA 35 persen.

"Jawa Timur akan dijadikan pilot project tentang vokasional dan magang di Indonesia," tambah Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim Benny Sampir Wanto. (fat/fat)
Berita Terkait