DetikNews
Senin 23 Januari 2017, 20:57 WIB

Tak Kunjung Dioperasi, Penderita Hydrocephalus di Jember Meninggal

Yakub Mulyono - detikNews
Tak Kunjung Dioperasi, Penderita Hydrocephalus di Jember Meninggal Foto: Yakub Mulyono
Jember - Ahmad Aril (8), bocah di Padukuhan Watu Rejeng, Dusun Sumber Canting, Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Jember, yang menderita hydrocephalus akhirnya meninggal dunia.

Ibunda Aril, Muryati mengatakan, sejak dua tahun yang lalu, dirinya sudah dua kali menjalani pemeriksaan di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Jember. "Anak saya meninggal 12 hari lalu. Dia mengidap penyakit hydrocephalus sejak berumur 40 hari," kata Muryati saat ditemui di kediamannya, Senin (23/1/2017).

Ia menjelaskan, selama kurang lebih delapan tahun lamanya, penyakit tersebut terus membuat kondisi kepala Aril menjadi semakin membesar. Bahkan untuk tidur pun, sang anak selalu mengeluh kesakitan dan selalu minta digendong.

"Kalau ditaruh di ranjang, rewel terus. Bahkan anaknya itu tidak mau makan, hanya ASI aja. Sudah agak besar diganti makanan halus. Kemudian matanya juga ada ciri separuh putih, dan separuh hitam," jelasnya sambil menahan isak air mata.

"Dua tahun lalu pernah dijanjikan untuk dioperasi di RS Bina Sehat, bahkan sudah ke sana dua kali. Yang pertama itu diperiksa dan dilihat penyakitnya, tapi tidak diberi obat satu bijipun, hanya periksa-periksa saja menggunakan alat screening, terus disuruh pulang," ujarnya.

Saat periksa yang pertama kali itu, dirinya mengaku sempat diajak berfoto bersama Faida, yang kala itu belum menjadi Bupati Jember. "Tapi hanya janji-janji saja untuk dioperasi, tidak ada realisasinya, bahkan sampai anak saya sekarang sudah meninggal," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Padahal Aril saat itu, sudah mendapatkan prioritas untuk dioperasi dengan nomor urut pertama dan diperiksa sendiri secara langsung oleh dokternya. "Tapi kata petugas di rumah sakit, katanya dokternya tidak ada, dokternya masih di Surabaya gitu," ucapnya.

Kemudian untuk pemeriksaan kedua, kembali dilakukan di rumah sakit oleh seorang dokter spesialis. Saat itu yang memeriksa seorang dokter spesialis.

"Tapi ya gitu hanya dilihat-lihat saja, dan tidak juga diberi obat. Pemeriksaan ketiga di Bangsalsari, di rumah salah seorang warga," jelasnya.

Ia sebenarnya berharap kepada Faida yang kini telah menjadi Bupati Jember untuk membantu operasi anaknya agar sembuh. Sebab Faida saat masih mencalonkan menjanjikan akan membantu.

Dia juga sempat putus asa karena harus bolak balik mengobatkan tanpa ada harapan pasti dari tim medis. "Saya capek, sampek bolak balik bawa perlengkapan, saya kira mau ditangani untuk yang pertama sampai ketiga kalinya, ternyata tidak ada penanganan serius," tuturnya.

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, Bupati Jember Faida ketika akan dikonfirmasi telepon selulernya sedang tidak aktif.


(fat/fat)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed