Dua Jalan Protokol di Kota Mojokerto Rusak

Dua Jalan Protokol di Kota Mojokerto Rusak

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jumat, 20 Jan 2017 10:56 WIB
Dua Jalan Protokol di Kota Mojokerto Rusak
Jalan rusak di jalur utama Kota Mojokerto/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Mega proyek saluran dan trotoar Jalan Gajah Mada dan Pahlawan (Gamapala) mengakibatkan kerusakan cukup serius di dua jalur utama Kota Mojokerto. Selain membuat warga tak nyaman, puluhan lubang menganga akibat penggunaan alat berat tak jarang membuat pengguna jalan celaka.

Kerusakan Jalan Pahlawan dan Gajah Mada salah satunya dikeluhkan Dimas Eka Aditya (26), seorang pengguna jalan asli Kota Mojokerto. Menurut dia, kerusakan jalan tersebar mulai dari simpang empat Puri hingga bawah jembatan Gajah Mada.

Kondisi ini membuat karyawan bank asal Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon itu tak nyaman. Pasalnya, kedua jalan protokol itu setiap hari dilalui untuk survei ke calon nasabah. Dia berharap Pemkot Mojokerto segera melakukan perbaikan.

"Kerusakan ini terjadi akibat pembongkaran trotoar dan saluran di sepanjang Jalan Gajah Mada dan Pahlawan. Pembongkaran saluran dengan alat berat membuat banyak lubang di jalan," kata Dimas kepada wartawan, Jumat (20/1/2017).

Pantauan di lapangan, kerusakan paling parah terjadi di Jalan Pahlawan. Puluhan lubang dengan luas bervariasi akibat aspal yang mengelupas tersebar di sepanjang jalur protokol tersebut. Rata-rata kedalaman lubang di bagian tengah sekitar 2-5 cm.

Namun, selepas simpang empat makam pahlawan, tepatnya di depan rumah dinas Kapolres Mojokerto, dihiasi belasan lubang dengan kedalaman sekitar 10-15 cm. Lubang yang cukup lebar di banyak titik rawan membuat pengendara celaka jika tak waspada. Sementara kerusakan di Jalan Gajah Mada akibat pengerukan gorong-gorong yang memotong jalan.

Kerusakan yang terjadi di Jalan Pahlawan dan Gajah Mada juga diamini Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto, Aris Satriyo Budi. Menurut dia, Dinas Pekerjaan Umum salah perhitungan dalam memgerjakan proyek Gamapala. Sehingga masuknya alat berat ke jalur protokol untuk membongkar saluran dan trotoar justru merusak kedua jalan tersebut.

"Dampak pekerjaan trotoar dan saluran karena alat berat membuat jalan rusak. Sering ada korban karena jatuh terkena jalan berlubang," ungkapnya.

Menurut Aris, Pemkot Mojokerto memang sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan Jalan Pahlawan dan Gajah Mada. Namun, melihat kerusakan yang cukup parah, dia mendesak agar perbaikan dibebankan kepada pelaksana proyek saluran dan trotoar Gamapala.

"Jatuhnya korban membuat kerusakan itu harus segera diperbaiki tanpa menunggu anggaran tahun 2017. Saya menyarankan ke Dinas PU agar pelaksana bertanggungjawab melakukan perbaikan," tandasnya.

Proyek Gamapala dikerjakan oleh dua rekanan berbeda. Proyek di Jalan Pahlawan senilai Rp 27,44 miliar dikerjakan PT Ardi Tekindo Perkasa, sedangkan di Jalan Gajah Mada senilai Rp 23,55 miliar dimenangkan PT Gunadharma Anugerahjaya. Namun, setelah pekerjaan rampung akhir 2016, rekanan meninggalkan begitu saja jalan yang rusak.

Pengerjaan proyek yang seharusnya dimulai Agustus 2016, molor hingga awal Oktober tahun lalu. Itu akibat adanya lelang ulang lantaran pemenang lelang sebelumnya dinyatakan tak memenuhi syarat.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Pemkot Mojokerto, Heryana Dodi Murtono menjelaskan, perbaikan Jalan Pahlawan dan Gajah Mada telah dianggarkan dalam APBD 2017. Hanya saja, lelang peningkatan jalan itu baru bisa dilakukan pada triwulan ke dua.

"Setelah itu kami baru membenahi total. Paling lambat pertengahan tahun ini," cetusnya. (fat/fat)
Berita Terkait