"Ada tiga hal yang bisa kami katakan terhadap kejadian itu," ujar Manager Corporate Communication Telkomsel Area Jawa Bali Erwien Kusumawan kepada detikcom, Kamis (18/1/2017).
Pertama, kata Erwien, adalah menyayangkan kejadian tersebut. Bila diselesaikan secara kekeluargaan, Erwien percaya kasus akan selesai dengan damai tanpa ada penganiayaan.
"Kami menyayangkan. Karena kalau bisa diselesaikan secara kekeluargaan, maka akan selesai," kata Erwien.
Yang kedua, kata Erwien, adalah pegawai Telkomsel dalam hal ini Loop Station selalu menjalankan tugasnya sesuai dengan prosedur standar (SOP). Dalam bertugas, seluruh pegawai Telkomsel melakukannya dalam koridor sesuai SOP.
Pernyataan Erwien ini untuk menjawab apa yang telah dilakukan korban saat kata-katanya dianggap melecehkan seorang pelanggan perempuan. Kasus ini memang berawal dari hal tersebut.
"Secara SOP, Telkomsel punya SOP dalam hal dan bagaimana melayani pelanggan. Apakah baik atau tidak, sudah termonitor oleh kami. Setiap minggu selalu ada evaluasi," lanjut Erwien.
Pernyataan yang ketiga adalah, Telkomsel menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat yang berwenang. "Sebagai korporat, Telkomsel taat pada aturan dan hukum. Kami menyerahkan pada aparat penegak hukum, dalam hal ini polisi," imbuh Erwien.
Apakah korban masih bekerja di Loop Station setelah kejadian tersebut? Erwin mengaku korban masih bekerja membantu Telkomsel, tetapi korban tidak bertugas lagi di Loop Station Surabaya.
"Korban masih tercatat sebagai salah satu yang membantu Telkomsel. Tetapi tidak di Loop Station Surabaya lagi. Kami membantu pemulihan trauma korban," tandas Erwien.
Pada 28 Desember 2016 lalu, M Rifky dianiaya oleh enam pria bertubuh gempal di Loop Station Surabaya di Jalan Raya Darmo. Penganiayaan dipicu oleh perkataan 'sini tak masukin' yang dilontarkan Rifky
kepada seorang pelanggan perempuan berinisial AMR pada 26 Desember 2016. AMR saat itu sedang melakukan upgrade sim card di temapttersebut. AMR merasa tersinggung dengan perkataan Rifky yang dianggap telah melecehkannya. AMR pun mengadu kepada AS. Aduan AMR kepada AS, ditindak lanjuti dengan penganiayaan yang dilakukan AS bersama lima temannya terhadap Rifky (iwd/fat)











































