DetikNews
Kamis 19 Januari 2017, 15:11 WIB

Jadi Buruh Kasar, 4 TKA Ilegal Ditangkap di Jombang

Enggran Eko Budianto - detikNews
Jadi Buruh Kasar, 4 TKA Ilegal Ditangkap di Jombang Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Kabupaten Jombang menangkap 4 tenaga kerja asing (TKA) diduga ilegal, Kamis (19/1/2017). Keempat TKA asal Korea Selatan, India dan Tiongkok itu menjadi buruh kasar dan hanya menggunakan visa kunjungan.

Razia Tim Pora digelar pukul 07.00-12.00 Wib. Petugas gabungan Imigrasi Kelas III Kediri, Polres, Kodim 0814, Kejari, Satpol PP,dan Pemkab Jombang menyasar 10 perusahaan yang diketahui memperkerjakan 70 TKA.

"Dalam razia kali ini kami dapatkan empat tenaga kerja asing yang diduga melakukan pelanggaran, satu dari Korea Selatan, satu dari India, dan dua dari Tiongkok," kata Ketua Tim Pora Kabupaten Jombang, Muhamad Tito Andrianto kepada wartawan.

TKA asal India dan Korea Selatan ditangkap petugas dari PT KMD dan pabrik pengolahan tongkol jagung. Sementara 2 TKA asal Tiongkok diringkus Tim Pora dari pabrik pengolah bijih plastik PT YCR.

Tito menjelaskan, keempat TKA itu ditangkap lantaran diduga melanggar UU RI No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan UU RI No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Pasalnya, mereka tak bisa menunjukkan dokumen resmi sebagai TKA.

"TKA dari India dan Korea hanya mempunyai KITAS (Kartu izin tinggal terbatas), sedangkan dua TKA dari Tiongkok hanya memakai visa kunjungan," ungkap pria yang juga menjabat Kepala Imigrasi Kelas III Kediri itu.

Keempat TKA ilegal itu, tambah Tito, akan dibawa ke kantor Imigrasi Kediri untuk menjalani pemeriksaan. "Kami akan lakukan tindakan keimigrasian," tandasnya.

Asisten I Setda Kabupaten Jombang, Purwanto menambahkan, dengan razia ini maka keberadaan 70 TKA di Kota Santri telah diketahui. Selain 4 TKA yang diketahui ilegal, 60 lainnya mempunyai dokumen lengkap. Sedangkan sisanya diketahui kembali ke negara asal.

"Kami dari Pemkab Jombang karena tergabung dalam Tim Pora, kami akan intensifkan kegiatan pengawasan TKA dengan instansi terkait, juga sasaran ke instansi lembaga lain," ujarnya.
(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed