Meski krisis pegawai, Wali Kota Tri Rismaharini berharap tidak ada penurunan kualitas pelayanan pada masyarakat. "Memang tidak ada penerimaan, tapi bukan berarti aku harus mengurangi dan berimbas pada pelayanan," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Kamis (19/1/2017).
Risma mengaku saat ini pihaknya sudah melengkapi staf kelurahan dan kecamatan yang selama ini kosong. "Kemarin banyak eselon IV dari dinas kita masukkan ke staf kelurahan dan kecamatan. Sekarang tinggal posisi beberapa lurah yang kosong, karena masih tes," imbuhnya.
Yang perlu dikhawatirkan ujar Risma, yakni guru SD yang tahun ini banyak pensiun, karena pihaknya tidak bisa menjadikan guru sebagai tenaga honorer.
"Kalau PNS masih bisa tak akal misal, satu rumah pompa ada satu PNS stafnya honorer. Kalau guru kan tidak bisa. Makanya beberapa waktu lalu banyak pindahan guru SD ke sini tak tampung saja daripada kekurangan guru kasihan anak-anak," ujar Risma.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya Mia Shanti Dewi sudah melakukan konsultasi dengan pemerintah pusat. Khususnya untuk menanyakan apakah tahun ini Pemerintah Kota Surabaya sudah bisa melakukan pembukaan formasi untuk CPNS. Atau hanya akan melakukan pengangkatan honorer kategori 2 (K2).
"Dari MenPAN juga masih belum bisa memastikan akan ada perekrutan atau tidak untuk tahun ini," kata Mia.
Pihaknya berharap anggaran tersebut bisa dimanfaatkan jika sewaktu-waktu ada arahan dari pemerintah pusat untuk membolehkan adanya perekrutan CPNS, agar pemkot juga bisa menambal kekurangan tenaga PNS pemkot yang berkurang banyak setiap tahunnya karena ada yang pensiun. (ze/bdh)











































