Hal ini untuk membantu masyarakat sekitar agar mampu menghadapi bencana dan meningkatkan kesadaran akan bahaya bencana di tempat tinggalnya.
Puluhan warga dari Desa Bendung dan Desa Mojorejo di Kecamatan Jetis, ini diberi pelatihan selama tiga hari. Meliputi praktek menghadapi bencana, seperti mendirikan tenda darurat, dapur umum, hingga evakuasi korban bencana.
Disaster Risk Reduction and Response Manager Habitat for Humanity Indonesia, Johanes Juliasman mengaku dengan pelatihan ini diharapkan warga bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di kehidupan sehari-hari.
"Tujuan pelatihan ini meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di kehidupan sehari-hari. Dan meminimalisir dampak bencana alam yang kemungkinan bisa terjadi," jelas Johanes, dalam rilisnya, Senin (16/1/2017).
Johanes menjelaskan selama ini masyarakatdesa di Indonesia khususnya yang rawan bencana, belum mendapat sosialisasi atau pengetahuan yang cukup tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana.
"Seharusnya peran serta pemerintah daerah, swasta serta masyarakat sendiri dibutuhkan agar program pelatihan ini lebih sering dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak masyarakat," tegasnya.
Sementara pelatihan ini selain mengajak warga di dua desa, juga menggandeng Habitat for Humanity Indonesia, PMI dan BPBD.
"Dua desa ini dikenal sebagai daerah yang rawan potensi banjir. Jadi kami beri pelatihan baik teori dan praktek menghadapi bencana," kata Row Crop Production Lead Monsanto Indonesia, Dina Novitasari. (fat/fat)










































