Pembangunan Terminal Wisata Moderen Banyuwangi Hampir Rampung

Pembangunan Terminal Wisata Moderen Banyuwangi Hampir Rampung

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 17 Jan 2017 15:55 WIB
Pembangunan Terminal Wisata Moderen Banyuwangi Hampir Rampung
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Pembangunan terminal wisata terpadu di Banyuwangi sudah mencapai 70 persen. Bangunan megah yang memadukan antara terminal wisata, pusat kuliner dan pasar seni berisi produk-produk lokal unggulan ini diresmikan akhir tahun 2017.

Terminal wisata yang dibangun Pemkab Banyuwangi ini berada di lahan seluas satu hektar, terletak di lokasi yang strategis di sisi Selatan pintu masuk kota.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, saat meninjau progres pembangunan terminal, Selasa (17/1/2017) menginginkan terminal wisata yang didesain terintegrasi dengan pasar rakyat itu menjadi model pembangunan pasar rakyat.

"Saat ini pembangunannya telah mencapai 70 persen dari total bangunan yang telah kita rancang. Target kami, akhir tahun 2017, kompleks pasar dan terminal terpadu ini, bisa dioperasikan," kata Anas.

"Pasar ini nantinya tetap merupakan pasar tradisional yang selain menjual kebutuhan pangan rakyat sehari—hari, juga akan menyediakan kerajinan lokal yang dilengkapi dengan terminal pariwisata sehingga membuka peluang untuk lebih banyak lagi konsumen yang datang," terang Anas.

Terminal wisata tersebut berdesain memiliki banyak bukaan, membuat terasa sejuk ketika berada di dalamnya. Sehingga pasar tersebut tidak membutuhkan terlalu banyak pendingin ruangan (AC).

"Dilengkapi penginapan dormitory yang berkonsep hotel berbintang," kata Anas.

Pasar ini mulai dibangun sejak awal 2015 ini didesain arsitek nasional Andra Matin. Pasar ini akan dibangun menjadi pasar moderen dengan konsep go green. Terdapat dua bangunan utama, dengan masing-masing berlantai empat. Lantai dasar untuk area parkir dengan daya tampung 200 kendaraan, mushola dan toilet, dan perkantoran agen travel. Lantai II, untuk los-los pedagang yang disediakan untuk 90 pedagang. Sedangkan lantai III dan IV, untuk dormitory.

Di lantai teratas terdapat hall, yang bisa digunakan untuk pertemuan atau menggelar acara. Lantai dua digunakan kios tempat berbelanja suvenir dan oleh-oleh khas Banyuwangi. Sedangkan di lantai bawah digunakan untuk lahan parkir kendaraan.

Menariknya, terminal yang dibangun di bekas Pasar Sobo tersebut, tidak menyingkirkan para pedagang pasar yang sebelumnya bertempat disana.

"Kita siapkan kios-kios untuk para pedagang pasar sebelumnya. Namun, jualannya disesuaikan dengan konsep pariwisata. Seperti jual kuliner, buah lokal, oleh-oleh dan juga produk kesenian," ungkapnya.

Lebih lanjut, Anas mengharapkan terminal yang dibangun sejak tahun 2015 ini, bisa menjadi terminal percontohan. "Ini bisa jadi percontohan, karena biasanya pasar itu dibangun di tempat yang kurang strategis, tapi ini di kawasan yang 'bintang tiga' lah," harapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Banyuwangi, Mujiono mengatakan, pasar ini dibangun dari APBD Banyuwangi selama tiga tahun. "Tahun 2015 Rp 4 miliar, 2016 Rp 8 miliar, tahun ini (2017-red) kami bangun Rp 15 miliar," kata Mujiono.

"Selain dormitory, kios dan los pasar, nantinya juga dibangun kafe, musala,counter agen perjalanan wisata, serta terminal pusat transportasi untuk menuju ke tempat-tempat pariwisata, Tourist information centre (TIC), akan dipusatkan di sini," jelasnya.

Di kompleks tersebut juga akan disediakan terminal khusus angkutan wisata untuk tempat mangkal kendaraan. Misalnya minibus, trooper, maupun mobil jenis station wagon yang akan mengangkut penumpang ke berbagai destinasi wisata di Banyuwangi. (bdh/bdh)
Berita Terkait