"Ada dua kategori jalan di Jawa Timur yakni mantap dan tidak mantap," kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dalam rilisnya, Selasa (17/1/2017).
Wagub yang akrab disapa Gus Ipul mengatakan, dari data kondisi jalan di Jatim pada semester I, sekitar 1.224,745 Km atau 86,189 persen jalan mantap. Sedangkan jalan yang tidak mantap 196,255 Km (13,811 persen) terdiri dari rusak berat 23,825 Km dan rusak ringan 172,43 Km.
Pada semester II, kondisi jalan mantap di Jatim sepanjang 1.262,83 Km dan jalan tidak mantap 158,17 Km (11,31 persen).
Jalan tidak mantap seperti di Jalan Babat-perbatasan Kabupaten Jombang (12,93 Km), perbatasan Lamongan-perbatasan Mojokerto (3,10 Km), perbatasan Bojonegoro-perbatasan Nganjuk (6,6 Km), perbatasan Sampang-Omben (1,47 Km) dan tersebar di daerah lain totalnya mencapai 87,56 Km.
"Data di semester II, jalan Tidak Mantap di Jawa Timur mencapai 158,17 Km," terangnya.
Sementara Kepala Satuan Kerja Penanganan Jalan Nasional (Kasatker PJN) Wilayah I Jawa Timur Nanang Permadi mengatakan, jalan nasional yang rusak akan ditangani di tahun ini. Namun, masih menunggu proses lelang.
"Proses lelang masih berjalan, dan diperkirakan pemenang lelang diketahui sekitar Februari tahun ini," tuturnya.
Meski masih menunggu pemenang lelang, pihaknya tetap bekerja seperti menangani jalan nasional rusak di Bangil-Kraton Kabupaten Pasuruan.
"Kami tetap bekerja untuk masyarakat. Mudah-mudahan cuacanya baik agar penanganannya berjalan lancar," terangnya. (roi/fat)











































