Siswi sekolah penerbang Sekolah Pilot Mandiri Utama Flight Academy (MUFA) itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Rogojampi untuk mendapat perawatan.
Regina mengalami bengkak bagian hidung, dan luka robek 1 centimeter di kepala bagian depan.
Saat dalam perawatan, kepada tim medis, dia mengaku sebagai korban kecelakaan motor.
Hal tersebut disampaikan dokter Handri Irawan, Direktur Rumah Sakit PKU Muhamadiyah Rogojampi saat dihubungi sejumlah wartawan, Senin (16/1/2017).
"Kepada petugas dia ngakunya jatuh dari motor," ungkapnya.
Di Rumah Sakit, Regina yang saat itu diantarkan sejumlah teman dari siswa MUFA Banyuwangi, nampak terburu-buru. Bahkan proses foto rongent belum selesai, dia sudah dibawa pulang terlebih dahulu.
"Itu belum dibayar, mungkin dikira bayar dikasir, hasilnya juga belum diambil dan belum dijelaskan oleh dokter jaganya, dokter Sinta," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden gagal landing dialami siswa MUFA Banyuwangi, Regina Martalia (19). Akibatnya, pesawat jenis Ceesna 172 S Nomor Lambung PK MUA yang dia terbangkan terbakar. Untung siswi asal Tangerang tersebut berhasil menyelamatkan diri dari kobaran api. (bdh/bdh)










































