Pedagang Ceker Lapindo dan Sego Sambel Keluhkan Harga Cabai

Pedagang Ceker Lapindo dan Sego Sambel Keluhkan Harga Cabai

Suparno - detikNews
Minggu, 15 Jan 2017 10:00 WIB
Pedagang Ceker Lapindo dan Sego Sambel Keluhkan Harga Cabai
Foto: Suparno
Sidoarjo - Melonjaknya harga cabai rawit di pasaran membuat pedagang makan di Sidoarjo mengeluh. Mereka terpaksa menaikan harga makanan, karena harga cabai rawit per kilogram mencapai Rp 100 Ribu.

Kondisi ini dirasakan H Redy, pemilik "Ceker Lapindo" masakan yang selalu menggunakan bahan cabai sebagai bahan pokok masakannya.

Saat ditemui detikcom, Minggu (15/1/2017) di warungnya yang ada di selatan Lapas Sidoarjo, dia mengeluhkan harga cabai rawit yang makin tidak terkontrol.

"Cabai sampai saat ini di Sidoarjo harganya melambung tinggi hampir Rp 100 ribu. Bagi kami itu sangat berat. Karena kami menjaga resep, kami tetap menggunakan cabai dengan kualitas baik, keluh H Redy.

Foto: Suparno
Menurut pria berusia 53 tahun ini, untuk bahan uatama masakannya yang dikenal dengan pedasnya ini, dia setiap hari membutuhkan cabai sebanyak 25 hingga 30 Kg.

"Per hari kami membutuhkan 25 sampai 30 Kg cabai untuk bahan masakan 135 kilogram ceker," ujar H Redy.

Meski harga cabai mahal, H Redy mengaku tidak akan mengurangi bahan utama masakannya tersebut. Sebab, selama ini konsumen sudah mengenal jika masakan "Ceker Lapindo" identik dengan pedasnya.

"Kami tidak akan merubah resep. Kami takut pelanggan kabur," kata H Redy.

Foto: Suparno
Untuk menjaga rasa pedas di "Ceker Lapindo", H Redy mengaku terpaksa menaikan harga per porsinya. Jika sebelum harga cabai mahal, untuk satu porsi "Ceker Lapindo" dihargai Rp 16 Ribu. "Sekarang kita naikan jadi Rp 18 Ribu per porsi. Tapi jika harga cabai turun, harga per porsi juga kita turunkan seperti semula," akunya.

Redy berharap, pemerintah segera bisa mengatasi harga cabai kembali normal seperdu dulu. "Saya yakin harga cabai dalam waktu dekat akan turun," ujarnya dengan nada yakin.

Hal yang sama juga dikeluhkan Wito (52), pedagang Sego Sambel yang berada di Perum Magersari Kota Sidoarjo. Dia juga mengeluh dengan naiknya harga cabai yang terlalu tinggi.

"Dengan kenaikan harga cabai terlalu tinggi di Sidoarjo ini sangat memberatkan pedagang makanan seperti kami," kata Wito saat ditemui detikcom di warungnya.

Foto: Suparno
Meskipun harga cabai mahal, dia tetap menggunakan cabai kualitas baik, karena makanan yang dijual menonjolkan sambelnya. "Kalau kami menggunakan cabai dengan kualitas jelek, mungkin sambelnya kurang enak. Untuk menjaga pelanggan, kami tetap memakai cabai yang baik," terang Wito.

Wito menambahkan, setiap harinya dia membutuhkan cabai rawit sekitar 30 hingga 35 Kg, dan cabai besar sekitar 10 hingga 15 Kg.

"Kami berharap pemerintah segera bisa menurunkan harga cabai agar para pedagang kecil seperti kami ini bisa terus berdagang dan dapat untung," pungkasnya. (bdh/bdh)
Berita Terkait