"Ada teror bom, setelah disisir tidak menemukan hal mencurigakan," ujar Kasubag Humas Polres Batu AKP Waluyo kepada detikcom, Sabtu (14/1/2017) petang.
Waluyo mengatakan, penyisiran dipimpin langsung Kapolres Batu AKBP Leonardus Simarmata bersama Tim Jinbom, menelusuri setiap sudut gereja, seperti Gereja YPPI dan Gembala Baik, Senin (14/11/2016), silam, juga menerima ancaman bom dari penelpon gelap.
Waluyo mengaku, teror bom berawal dari datangnya telepon ke nomor telepon seluler Brigadir Hanim, anggota Polres Batu. Suara lelaki dalam telepon mengatakan, akan meledakkan gereja yang berada di Kota Batu.
Mendapatkan ancaman bom, Brigadir Hanim sontak mengadukan aksi teror itu kepada atasannya.
"Sterilisasi kemudian dilakukan, merespon ancaman itu. Tetapi tidak ditemukan barang mencurigakan," ungkap Waluyo.
Polres Batu memastikan kondisi semua gereja di wilayah Kota Batu aman, hal itu mengacu kepada hasil penyisiran atau sterilisasi seluruh gereja. (bdh/bdh)











































