Mereka melengkapi aksi dengan spanduk, poster yang bertulis kecaman terhadap FPI. Selain itu, massa mereka juga membawa bendera organisasi masing-masing, yakni GM FKPPI, Jamaah Maiyah, PMII, serta beberapa ormas di Kabupaten Malang.
Koordinator aksi Priyo Sudibyo mengatakan, Indonesia berdiri bermodalkan semangat nasionalisme, anti terhadap penindasan serta kekerasan.
Sejak merdeka, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dipegang sebagai alat pemersatu bangsa.
Foto: Istimewa |
Karena itu, kata dia, umat beragama wajib dan harus dilindungi oleh negara serta rakyat Indonesia, karena bagian dari kesatuan dan persatuan bangsa.
"Kita harus saling menghormati, keyakinan dan agama masing-masing. Ini sebagai wujud kerukunan berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya.
Ditambahkan, agama manapun tidak pernah mengajarkan untuk menjelekkan agama atau umat lain. Apalagi, umat Islam dimana harus menjauhi kekerasan dan fitnah.
"Tetapi ada kelompok yang mengatasnamakan Islam, justru memecah belah dan merusak keharmonisan antar umat beragama. Sampai menimbulkan keresahan di masyarakat, kelompok itu adalah FPI dan kami inginkan FPI dibubarkan," tegasnya.
Sepanjang aksi unjuk rasa mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Pendemo membawa meluapkan tuntutannya mereka melalui orasi.
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menegaskan, aksi massa dengan membawa sejumlah tuntutan berjalan tertib dan damai. Selesai menyuarakan aspirasi massa kemudian membubarkan diri tanpa diwarnai adu fisik dengan aparat keamanan.
"Aksi berjalan dengan tertib, massa membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasinya," ujar Kapolres. (bdh/bdh)












































Foto: Istimewa