Kecelakaan kerja ini terjadi sekitar tengah malam, Kamis (12/1) kemarin. Saat itu, Totok (56), Bambang (24), Saiful (20) dan Matlani (56), asal Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi serta Misto (45), warga Desa Badean, Kecamatan Kabat hendak memulai kerja di laut.
Usai melakukan persiapan, Matlani menyalakan lampu kambang dan ditaruh di atas perahu. Saat perahu dikeluarkan menuju dermaga, tiba-tiba terjadi ledakan dari arah jenset.
Diduga mesin bocor dan bahan bakarnya meluber di dalam perahu. Sehingga saat salah satu awak perahu menyalakan korek api untuk menyalakan lampu penerangan menyambar bakan bakar dan akhirnya meledak.
"Ledakan mengenai kelima awak perahu. Dua orang mengalami luka bakar cukup parah dan menjalani perawatan intensif. Tiga nelayan lainnya menjalani rawat jalan," ujar Kasatpolairud Polres Banyuwangi AKP Subandi kepada sejumlah wartawan, Jumat (13/1/2017).
Dua orang yang mengalami luka bakar serius adalah Totok dan Matlani. Keduanya menderita luka bakar di kaki, tangan dan wajah. Sementara tiga rekannya mengalami luka bakar di bagian kaki.
"Terhadap dua nelayan yang mengalami luka serius, tim medis RSUD Blambangan telah melakukan tindakan perawatan dengan memasang perban di hampir sekujur tubuhnya. Pihak keluarga sudah mendampingi sehingga memudahkan komunikasi antara korban dengan pihak medis," tambah Subandi.
Terkait insiden ini, polisi masih melakukan penyelidikan setelah melakukan olah TKP. (fat/fat)











































