Rumah dan Perahu Nelayan Situbondo Rusak Dihantam Gelombang

Rumah dan Perahu Nelayan Situbondo Rusak Dihantam Gelombang

Ghazali Dasuqi - detikNews
Jumat, 13 Jan 2017 13:27 WIB
Rumah dan Perahu Nelayan Situbondo Rusak Dihantam Gelombang
Rumah nelayan rusak diterjang gelombang tinggi/Foto: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Sejumlah rumah dan perahu nelayan di pesisir Kecamatan Besuki, Situbondo rusak parah akibat hantaman gelombang dan angin kencang. Tak hanya rumah dan perahu, tangkis laut sepanjang 75 meter juga rusak di wilayah tersebut.

"Hasil pendataan di lapangan, ada 9 rumah warga di pesisir Besuki yang rusak. Rinciannya, 5 rumah rusak berat dan 4 rusak ringan. Sementara perahu yang rusak ada 10 unit," kata Puriyono, Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Jumat (13/1/2017).

Keterangan detikcom menyebutkan, angin kencang yang diikuti gelombang pasang terjadi di pesisir Kecamatan Besuki, Kamis (12/1) malam. Hampir 4 jam lamanya gelombang besar menghantam wilayah tersebut.
Tangkis laut ambrol diterjang gelombang tinggiTangkis laut ambrol diterjang gelombang tinggi Foto: Ghazali Dasuqi

Akibatnya, hantaman gelombang tak hanya meruntuhkan sebagian rumah warga dan dan perahu milik nelayan setempat saja. Saat bersamaan, air laut juga menggenangi perkampungan warga setempat. Apalagi, saat itu hujan deras juga mengguyur wilayah tersebut.

"Tinggi gelombang diperkirakan 4 meter, melebihi tangkis yang tingginya 2 meter. Tangkis di Dusun Gudang sepanjang sekitar 75 meter itu sampai ambrol," papar Puriyono.

Kerusakan akibat hantaman gelombang itu tersebar di 4 dusun Desa Pesisir Kecamatan Besuki. Antara lain, di Dusun Mandaran ada 3 rumah rusak berat, 4 rumah rusak ringan, dann 7 perahu nelayan rusak total.

Sementara di Dusun Lesenan Lor ada 2 rumah warga dan 2 perahu yang rusak berat. Di Dusun Mandaran, gelombang pasang merusak 1 perahu nelayan, serta tangkis laut sepanjang sekitar 75 meter di Dusun Gudang juga ambruk.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Untuk penanganannya kami masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak-pihak terkait," tegas Puriyono. (fat/fat)
Berita Terkait