"Genangan air sudah mulai surut. Di Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, genangan air masih mencapai 50 centi meter," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, Kami (12/1/2017).
Desa Tambakrejo merupakan lokasi terparah. Ratusan rumah terendam banjir hingga 1,5 meter. Karena banyak warga yang belum bisa beraktivitas terutama memasak, ribuan nasi bungkus dikirim ke desa ini.
Menurut Sugeng, nasi bungkus berasal dari dapur umum Dinas Sosial dan BPBD di pendopo dan dapur umum PMI di Kelurahan Kalirejo, Bangil. "700 Nasi bungkus dari pendopo dan 600 dari Bangil diarahkan ke Tambakrejo," jelasnya.
Foto: Muhajir ArifinRibuan nasi bungkus dibagikan ke korban banjir |
Selain Desa Tambakrejo, sejumlah desa dan kelurahan masih tergenang air ketinggian bervariasi. Diantaranya Desa Legok Kecamatan Gempol, Kelurahan Kalianyar dan Kalirejo Kecamatan Bangil, Desa Mlaten Kecamatan Nguling, Desa Sekorejo Kecamatan Pohjentrek.
"Kalau desa lain, penyediaan nasi bungkus dikoordinir kepala desanya masing-masing," jelas Sugeng.
Banjir Pasuruan terjadi sejak Rabu (11/1) sore. Banjir kerap terjadi saat hujan lebat di hulu sungai bersamaan dengan air laut pasang. Salah seorang warga Desa Tambakrejo, Diah Kusmira Dewi, mengatakan meski sudah terbiasa dengan banjir, namun warga tetap khawatir saat hujan deras dan banjir datang.
"Tadi malam sangat mencekam. Arusnya sangat deras dan listrik sempat mati beberapa jam. Banyak warga yang tidak berani keluar rumah," kata Diah.
Sementara untuk memudahkan koordinasi tanggap darurat, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menjadikan pendopo kabupaten sebagai Pusdalops Tanggap Bencana. Selain dapur umum, sejumlah peralatan tanggap bencana juga disiapkan di pendopo. (fat/fat)












































Foto: Muhajir Arifin