Kala itu usai memberikan wejangan, Bripka Arifin mengakhiri arahannya dengan menyampaikan dirinya sudah memasuki masa pensiun dua bulan lagi.
Mendengar perkataan Bripka Arifin, pemimpin upacara berdiri tepat di hadapannya langsung menghampiri, memeluk dan menangis karena bakal tidak bertemu kembali.
Siswa-siswa lain turut melakukan hal sama. Mereka mengerubuti Bripka Arifin, sosok polisi biasanya memberikan bimbingan dan wawasan setiap upacara Hari Senin.
Kejadian spontanitas ini semakin membawa haru suasana akhir upacara. Seorang guru sempat mengabadikan momen tersebut.
Foto: Muhammad AminudinBripka Arifin pamit pensiun |
Sosok sederhana dan keikhlasan Bripka Arifin rupanya menginspirasi bocah duduk di bangku sekolah dasar itu.
"Saya tidak tahu anak-anak sampai bisa begitu. Memang saya sering bertemu mereka. Bagi saya masyarakat Desa Banjarejo sudah seperti saudara," kata Bripka Arifin saat bincang-bincang kepada detikcom di Mapolsek Pakis, Selasa (10/1/2017).
Menurut dia, menjadi Irup upacara bendera di sekolah merupakan perintah dari pimpinannya. Kenakalan remaja, disiplin, serta rajin adalah poin penting yang disampaikan Bripka Arifin ketika menjadi Irup.
Foto: Muhammad AminudinBripka Arifin pamit pensiun |
Melihat semua menangis, Arifin kemudian menyampaikan, jika purna tugas atau masa pensiun tidak akan menghentikan dirinya mengabdi dan menjadi pelayanan masyarakat.
"Walaupun pensiun, jiwa saya tetap polisi. Itu saya sampaikan kepada mereka dan menjamin akan selalu bisa bisa bertemu setiap saat," ujar bapak tiga anak ini.
Foto: Muhammad AminudinBripka Arifin dipeluk anak SD yang saat itu jadi pimpinan upacara |
"Tadi ibu-ibu juga mulai bingung saya mau pensiun. Saya katakan, akan tetap bersama masyarakat, tidak perlu khawatir. Saya punya keinginan memandu para binmas, agar bisa lebih dekat dengan masyarakat tanpa ada ragu maupun takut," ungkap suami dari Tri Ratnawati ini.
Bripka Arifin memang memiliki kedekatan dengan masyarakat, khususnya wilayah Babinkamtibmasnya, yakni Desa Banjarejo. Meski Bripka Arifin tinggal di Jalan Bandara Juanda, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Apa yang terjadi kepada Bripka Arifin membuat haru Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung. Pucuk pimpinan Bripka Arifin ini menaruh hormat dua tangan atas kedekatan anggotanya dengan masyarakat, khususnya anak-anak.
Foto: Muhammad AminudinBripka Arifin pamit pensiun |
Yade mengatakan, kejadian spontanitas tersebut bukti bahwa Babinkamtimas mampu mengayomi dan melayani masyarakat hingga ke bawah. Seperti program Kapolri promoter, profesional, modern dan terpercaya dalam menjalin kedekatan dengan masyarakat.
Foto: Muhammad AminudinBripka Arifin pamit pensiun ke guru SDN Banjarejo |
Kapolres mengharap, Bripka Arifin menjadi role model bagi anggota lainnya, menginspirasi, memotivasi, untuk bekerja tanpa pamrih. "Minimal berbuat seperti dia (Bripka Arifin)," harapnya. (fat/fat)












































Foto: Muhammad Aminudin
Foto: Muhammad Aminudin
Foto: Muhammad Aminudin
Foto: Muhammad Aminudin
Foto: Muhammad Aminudin