Iring-iringan simpatisan yang mengarak kedua mempelai sempat membuat kepadatan lalu lintas yang mengarah ke dalam kota. Pasalnya, para simpatisan menutup seluruh lajur jalan dan berjalan perlahan sehingga kendaraan di belakang rombongan tidak bisa mendahului, Selasa (10/1/2017).
Saat sampai di Kantor PDIP Surabaya, pengantin baru itu disambut dengan lagu selamat ulang tahun yang dipopulerkan grup band Jamrud. "Selamat ulang tahun PDIP ke 44 sekaligus selamat menempuh hidup baru buat Mas Whisnu dan Mbak Dini," kata satu dari tiga penyanyi.
Kedua mempelai langsung disambut ratusan simpatisan dan kader yang ingin mengucapkan selamat dan berfoto bersama. Setelah itu, kedua mempelai menyaksikan tari remo yang dibawakan siswa SDN Pucang Jajar.
"Hari ini hari luar biasa bagi PDIP dan saya bersama istri. Atas doanya mengakhiri masa lajang, selama ini jadi dua biar tidak menjadi lapuk. Saya beruntung dapat istri sejak SMP, bukan CLBK karena 28 tahun mencintai dia tidak pernah berhenti," kata Whisnu dalam sambutannya.
PDIP Targetkan 30 Kursi
Ketua PDIP Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana yang baru melangsungkan pernikahan langsung memimpin HUT PDIP sekaligus mengkritik arak-arakan simpatisan yang menyebabkan kemacetan.
Whisnu juga mentarget perolehan kursi DPRD Surabaya menjadi 30 kursi dari jumlah kursi saat ini 15 kursi.
"2019 Kita rebut 30 kursi di Surabaya, sekarang 15 kursi. Merebut 30 kursi bukan hanya kerja keras tapi menjaga sikap," kata Whisnu saat memberikan sambutan HUT PDIP ke 44 di kantor PDIP Surabaya.
Whisnu mencontohkan sikap yang tidak patut ditunjukkan yakni melakukan konvoi yang menyebabkan kemacetan.
"Seperti tadi bikin konvoi, sudah macet malah bikin macet. Ngono kok arep oleh 30 kursi, harusnya bisa mikir dan mengayomi warga. Bukan malah membuat warga kesulitan," ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Whisnu memotong tumpeng dan menyerahkan potongan pertamanya untuk sang istri yang menunggu di dalam ruang kantor DPC PDIP Surabaya.
Acara dilanjutkan dengan pembagian door prize dengan hadiah yang diberikan oleh istri Whisnu, Dini Syafariah Endah. (ze/fat)











































