Ini Cara Kerja Komplotan Penipuan Kupon Palsu Berhadiah

Ini Cara Kerja Komplotan Penipuan Kupon Palsu Berhadiah

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 09 Jan 2017 18:21 WIB
Ini Cara Kerja Komplotan Penipuan Kupon Palsu Berhadiah
Foto: Adhar Muttaqin/File
Trenggalek - Enam komplotan penipuan bermodus kupon undian palsu yang ditangkap jajaran Polres Trenggalek memiliki cara kerja yang rapi dan terstruktur dalam setiap aksinya.

"Mereka sangat profesional dalam menjalankan penipuan ini. Karena peran masng-masing anggota sudah dibagi sesuai dengan tugas masing-masing," kata Kapolres Trenggalek, AKBP Donny Adityawarman, Senin (9/1/2017).

Selain itu, seluruh kupon undian palsu serta kelengkapan lain yang digunakan untuk melakukan aksi penipuan diproduksi sendiri. Hal ini terbukti dari ditemukan alat bukti berupa laptop, alat sablon, printer, alat laminating serta ribuan kupon hadiah.

Sedangkan untuk rekening dan kartu ATM yang digunakan pelaku, dibeli melalui media onlie dengan harga Rp200 ribu per lembar. Donny menjelaskan, seluruh data yang terafiliasi dalam rekening dan ATM tersebut palsu, sehingga sulit dilakukan pelacakan.

Pimpinan penipu yang dikenal Geng Sidrap, Imran Rusdin mengatakan, tugas anggotanya telah terbagi dengan rinci. Mulai dari yang bertugas mendesain kupon undian, pencetak, penyebar hingga penerima telepon dari para calon korban.

"Kalau yang tugasnya menyebar kupon ya hanya menyebar kupon, mereka tidak dilibatkan untuk menerima telepon korban. Sedangkan yang bertugas menerima telepon juga demikian," ujar Imran.

Dijelaskan olehnya, setelah kupon dicetak dan dikemas, biasanya langsung diserahkan kepada petugas lapangan untuk disebar ke beberapa daerah sasaran selama kurang lebih satu minggu.

"Biasanya untuk menentukan daerah sasaran kami menggunakan peta, kemudian anak buah saya langsung menuju ke sasaran," ujarnya.

Salah seorang pelaku yang bertugas menyebar kupon, Hendra mengatakan, untuk menyebarkan kupon hadiah palsu, biasanya menggunakan sepeda motor dan berkeliling kampung yang menjadi sasaran.

"Waktu penyebaran mulai dari sore hingga malam hari, Kami memilih jam-jam tersebut karena keadaan lingkungan sedang sepi," jelasnya.

Dalam satu kali operasi Hendra mendapatkan beban untuk menyebarkan 1.000 kupon selama kurun waktu satu minggu. Untuk operasional, anggota komplotan penipu tersebut mendapatkan uang operasional Rp 1,5 juta per orang.

Proses selanjutnya, para anggota komplotan yang lain bertugas melakukan pamantauan dan menerima setiap telepon yang masuk dari para calon korbannya. Untuk meyakinkan setiap calon korban, pelaku melibatkan dua penerima telepon. Satu orang sebagai operator dan satu orang bertugas menjelaskan dan merayu korban.

"Kami selalu menginformasikan untuk hadiah mobil tersebut tidak gratis, akan tetapi membutuhkan biaya tambahan untuk balik nama, pajak, biaya pengiriman dan pengawalan. Kami meminta uang itu secara bertahap," kata pmpinan komplotan, Imran Rusdin.

Untuk menghindari pemblokiran ATM, Imran telah menyiapkan satu anggotanya yang bertugas mengambil uang dalam ATM, setelah ditransfer oleh para korbannya.

Sebelumnya, jajaran Polres Trenggalek menangkap enam komplotan penipuan bermodus kupon palsu berhadiah mobil. Dari para tersangka, polisi menyita barang bukti ribuan kupon palsu, sejumlah alat cetak, ATM, serta tiga sepeda motor yang digunakan untuk beraksi.

Sasaran para pelaku penipuan tersebar hampir di seluruh wiayah Indonesia, mulai pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi. Dalam satu tahun Geng Sidrap tersebut mampu meraup keuntungan lebih dari Rp 1 miliar. (fat/fat)
Berita Terkait