Gus Ipul: Banyaknya Alih Fungsi Lahan Hutan Jadi Penyebab Banjir

Banjir Lumpur di Pasuruan

Gus Ipul: Banyaknya Alih Fungsi Lahan Hutan Jadi Penyebab Banjir

Muhajir Arifin - detikNews
Jumat, 06 Jan 2017 11:30 WIB
Gus Ipul: Banyaknya Alih Fungsi Lahan Hutan Jadi Penyebab Banjir
Foto: Muhajir Arifin
Pasuruan - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan rawan banjir. Salah satunya penyebabnya, kata Gus Ipul karena banyaknya alih fungsi lahan hutan.

Hal itu dikatakan Gus Ipul saat berkunjung ke Desa Kertosari, Kacamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jumat (6/1/2017). Desa Kertosari merupakan lokasi terparah terdampak banjir pada Kamis, dengan adanya 5 bangunan jebol dan jalan paving rusak parah.

"Saya ke sini ingin cari tahun penyebab wilayah Kabupaten Pasuruan rawan banjir. Dari informasi yang saya terima banyak alih fungsi lahan hutan," kata Gus Ipul, usai kerja bakti memperbaiki jalan desa bersama puluhan warga.

Terkait penanganan alih fungsi lahan, menurut Gus Ipul, memang bukan kewenangan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Kawasan hutan di Gunung Arjuno sebagian kewenangan Perhutani dan sebagian Tahura.

"Di Purwosari, ini banjir terbesar meskipun berlangsung singkat. Banyak warga yang kaget karena sebelumnya tidak sebesar kemarin," jelasnya.

Pemprov Jatim, akan melakukan berbagai upaya pencegahan banjir dengan mencegah terus terjadinya alih fungsi lahan hutan. "Jalur sungai dan plengsengan yang rusak akan diperbaiki," katanya.

Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf yang juga hadir di lokasi mengatakan semua warga terdampak sudah diberikan bantuan logistik dan peralatan rumah tangga. Bangunan yang rusak juga akan dibangun dengan dana dari Pemkab Pasuruan.

"Kabupaten Pasuruan ini memang daerah rawan bencana banjir. Selain alih fungsi lahan juga karena banyak Daerah Aliran Sungai (DAS) butuh normalisasi. Soal normalisasi sungai-sungai besar itu kewenangan provinsi," jelasnya.

Karena daerah rawan bencana, Pemkab Pasuruan benar-benar konsen pada upaya tanggap darurat. "Selain BPBD, dinas terkait juga memiliki tim reaksi cepat penanggulangan bencana. Birokrasi pencairan bantuan korban bencana saya perintahkan dipercepat dan tidak bertele-tele," kata pria yang akrab disapa Gus Irsyad ini.

Sembilan kecamatan di Kabupaten Pasuruan masuk daerah rawan bencana banjir, antara lain Bangil, Beji, Bangil, Rembang, Kraton, Kejayan, Rejoso, Lekok, Nguling dan Winongan. Purwosari selama ini wilayah yang aman dari banjir.



(bdh/bdh)
Berita Terkait