"Ini kan kewenangannya balai besar (BBPJN). Kita minta pak menteri (Menteri PU PR) supaya ada penanganan cepat, karena menimbulkan kerugian setiap hari, macet dan ekonomi terganggu," kata Saifullah Yusuf kepada wartawan di lokasi, Kamis (5/1/2017).
Kerusakan di Jalan Daendels, ini menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat, juga pemerintah. Selain masyarakat sekitar terganggu, pengendara yang melintasi juga terhambat perjalanannya hingga terjadi kerusakan pada kendaraannya.
"Dengan adanya jalan rusak ini, kerugian negara kurang lebih Rp 7 milliar per hari, karena arus logistik kedatangannya tidak sesuai jadwal," ujarnya.
Masyarakat juga merasakan kerugian pada waktu perjalanan yang ditempuh semakin lama. "Besok harus ada alat berat di sini untuk memperbaiki jalan. Masyarakat juga tahu bahwa pemerintah tidak diam dengan kerusakan jalan ini," terangnya.
Kerusakan jalan di jalur pantai utara (pantura) Gresik itu membuat pengguna jalan mengeluh. "Saya merasa tidak nyaman dan perjalanan menjadi terganggu, karena banyak berlubang dan macet sampai 3 Km," kata Lukman, warga Lamongan yang hendak bekerja di kota Surabaya.
"Teman saya sering lewat sini dan menceritakan kalau kaki-kaki mobilnya rusak dan diganti, karena sering lewat jalan berlubang di sini," jelasnya.
Icol, pengguna jalan lainnya asal Lamongan yang tinggal di Sidoarjo juga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah.
"Rusaknya memang parah dan pasti perjalanan terganggu. Biasanya perjalanan ke Lamongan 1,5 jam, sekarang sekitar 2 jam. Kendaraan biasanya dua arah lancar, sekarang dua arah bergantian satu per satu sehingga terjadi antrean panjang," tuturnya.
Ia berharap pemerintah untuk segera memperbaiki jalan. "Harapan saya jangan diperbaiki secara tambal sulam. Perbaikan harus permanen dan kualitas jalannya harus lebih bagus," harapnya. (roi/fat)











































