Jalan di Tambak Langon dan Kalianak Kembali Rusak

Jalan di Tambak Langon dan Kalianak Kembali Rusak

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Rabu, 04 Jan 2017 13:21 WIB
Jalan di Tambak Langon dan Kalianak Kembali Rusak
Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Jalan di Kawasan Kalianak dan Tambak Langon kembali rusak, meski sempat ditambal. Dari tahun ke tahun penyebab kerusakan selalu sama, air yang menggenang saat hujan, sehingga menghancurkan permukaan aspal jalan.

Dari pengamatan detikcom, Rabu (4/1/2017), kerusakan jalan yang parah terjadi di kawasan Tambak Langon, di antara pertigaan Margomulyo hingga Jembatan Branjangan. Sepanjang jalan itu, bertebaran lubang-lubang menganga di tengah jalan. Utamanya di batas permukaan jalan yang diaspal dan dibeton. Lubang selebar sekitar 10 cm-1 meter sangat mengganggu para pengguna jalan.

Lubang yang menganga lebar oleh warga ditutup dengan ranting dan dedaunan. Bahkan ada permukaan di sisi jalan Tambak Langon yang aspalnya hilang sama seali sehing membuat cekungan dalam. Oleh warga cekungan itu ditandai dengan ayu dan ember.

Sementara kerusakan di kawasan Kalianak terjadi di Kalianak No 51-60. Di sepanjang jalan itu permukaan aspal banyak yang terkelupas sehingga menyisakan gelaran pasir dan batu. Lubang, baik kecil dan besar, cukup banyak bertebaran.
Jalan nasional kembalii rusakFoto: Imam Wahyudiyanta
Jalan nasional kembalii rusak

Lubang di jalan tersebut menjadi berbahaya saat air hujan menggenang. Pengguna jalan tak bisa melihat lagi lubang yang sudah tertutup air. Tak jarang banyak pengguna jalan utamanya pengendara motor yang terjungkal dan terjatuh setelah rodanya menerjang lubang.

Saat kering pun, kondisinya juga tak kurang berbahayanya. Gelaran pasir di Jalan Kalianak bisa membuat pengendara motor terpeleset karena terjatuh. Beberapa waktu lalu lalu, seorang warga Gresik meninggal terlindas truk setelah sebelumnya motor yang dikendarai jatuh terpeleset pasir jalan.

"Kami selalu mengimbau agar pengguna jalan hati-hati saat melewati jalan yang rusak," kata Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Mas Arjaka.

Arjaka mengatakan, kerusakan jalan diakibatkan oleh air yang terus menggenang lama. Air itulah yang membuat permukaan aspal mengelupas sehingga lubang pun terbentuk. Air sendiri menggenang karena tak menemukan jalan keluarnya. Memang sudah ada selokan atau saluran air di pinggir jalan. Tetapi fasilitas itu seakan tak ada gunanya karena tak mempunyai ujung pelepasan air.

"Kami sudah berbicara kepada perusahaan dan warga agar dibuatkan saluran air yang benar sehingga air bisa mengalir dan tidak tergenang," kata Arjaka.

Sementara untuk jalan yang rusak, Arjaka mengaku sudah berbicara kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V (BBPJN V). Dan BBPJN V menurut Arjaka bersedia memperbaiki jalan yang rusak. Namun syaratnya jalan tersebut harus kering.

"Balai besar sudah bersedia memperbaiki jalan, tetapi jalannya harus kering. Percuma diperbaiki kalau basah, nanti bisa rusak lagi," ujar Arjaka.

Untuk permasalahan jalan ini, Arjaka menambahkan bahwa pihaknya selalu turun bila terjadi banjir atau genangan air. Petugas akan mengatur dan mengarahkan para pengguna jalan. Untuk lubang-lubang jalan akan ditandai dengan separator agar pengguna jalan tak melewatinya. (iwd/fat)
Berita Terkait