Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, Kamis (29/12/2016) mengatakan, rencana perayaan tahun baru yang difokuskan di depan pendapa kabupaten akan diganti dengan malam refleksi dan doa bersama dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
"Acaranya lebih bernuansa khidmat, menjadi momentum refleksi kaleidoskop 2016 bersama dengan para pejuang bencana alam, ada BPBD, TNI, Polri, PLN, tim pemkab, Basarnas maupun masyarakat," katanya.
Bupati mengaku, kebijakan terkait malam pergantian tahun tersebut telah dituangkan melalui surat imbauan yang ditandatangani Sekretaris Daerah Trenggalek, Ali Mustofa.
Dalam surat itu, pemerintah juga memberikan imbauan kepada seluruh organisasi pemerintah daerah (OPD) ditingkat kecamatan untuk melakukan koordinasi dengan aparat kepolisian apabila akan menyelenggarakan hiburan pada malam tahun baru.
Selama satu tahun terakhir Kabupaten Trenggalek terus menerus diterjang bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor hingga bencana pergerakan tanah. Bahkan saat ini masih ada ratusan masyarakat yang mengungsi akibat bencana alam.
"Kalau untuk tempat wisata, tetap dibuka seperti biasanya, jadi masyarakat bisa datang untuk berlibur sesuai dengan tempat yang diinginkan," ujarnya.
Sementara itu untuk menyambut membeludaknya wisatawan pada saat libur tahun baru 2017, Pemkab Trenggalek telah melakukan persiapan di tempat wisata maupun jalur-jalur utama menuju lokasi.
"Untuk jalan nasional yang sebelumnya rusak parah, seperti Kranding dan Ngetal sudak dilakukan perawatan rutin, sedangkan perbaikan jalur longsor di Durenan-Prigi sudah selesai," imbuhnya.
Disisi lain untuk jalur ambrol yang terjadi di KM 14 dan 40 ruas Trenggalek-Panggul-Pacitan saat ini sedang dilakukan perbaikan oleh Balai Besar Pameliharaan Jalan Nasional VIII.
"KM 14 sudah hampir selesai, kalau KM 40 masih dalam penanganan. Kami juga melakukan perbaikan pada ruas jalan kabupaten yang kondisinya mulai berlubang," kata Emil. (bdh/bdh)











































