Risma Ingatkan PNS Pemkot Surabaya Jaga Keutuhan Keluarga

Risma Ingatkan PNS Pemkot Surabaya Jaga Keutuhan Keluarga

Rois Jajeli - detikNews
Sabtu, 24 Des 2016 17:23 WIB
Risma Ingatkan PNS Pemkot Surabaya Jaga Keutuhan Keluarga
Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Pengajuan gugatan cerai dari pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Surabaya cukup banyak masuk ke meja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma pun mengingatkan kembali, agar di momentum Hari Ibu ini untuk selalu menjaga keutuhan keluarga.

"Cukup banyak yang mengajukan cerai. Saya sedih kalau tanda tangan pengajuan cerai," kata Wali Kota Surabaya Risma di sela acara puncak peringatan Hari Ibu 2016 di Halaman Balai Kota Surabaya Taman Surya, Sabtu (24/12/2016).

Di acara yang juga dihadiri Forum pimpinan daerah (Forpimda) Kota Surabaya, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) jajaran Pemkot Surabaya, pengurus organisasi wanita seperti Dharma Wanita, PKK hingga Muslimat. Risma mengatakan, pengajuan gugatan cerai yang masuk ke ruang kerjanya didominasi guru dari kaum perempuan. Beberapa alasan gugatan cerai adalah rendahnya gaji yang diterima suaminya.

"Masak ada yang mengajukan cerai hanya karena gaji suaminya lebih sedikit. Di momentum acara ini, saya sengaja mengundang guru dan camat untuk mengajak keluarganya," tuturnya.

Wali Kota perempuan pertama kali di Surabaya ini mengimbau, jika ada masalah keluarga, diharapkan dapat diselesaikan bersama. Risma mengingatkan, perceraian akan berdampak pada psikologis anak-anaknya. Ujung-ujungnya, anak menjadi broken home dan menjadi nakal.

"Dari kasus kenakalan remaja yang ada di Surabaya, pemicunya kebanyakan karena broken home, tidak betah di rumah karena perceraian orang tuanya," ujarnya.

"Kalau ada masalah, selesaikan bersama-sama. Bapak-ibu jangan mencari-cari kekurangan pasangannya. Terimalah setiap kekurangan pada suami atau istri, karena di dunia ini tidak ada yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik Tuhan," jelasnya.

Dalam puncak pringatan Hari Ibu, Pemkot Surabaya menggelar lomba cepat tepat (cerdas cermat) dan memasak. Lomba tersebut diikuti oleh keluarga dari para guru.

Materi pertanyaan cerdas cermat seputar keluarga diantaranya, penanganan masalah anak-anak terhadap pengaruh narkoba, pergaulan dan kenakalan remaja, mengatasi kecanduan gadget hingga bagaimana menjaga keutuhan keluarga.

Sedangkan peserta lomba memasak diikuti dari perwakilan SKPD dan guru laki-laki. Mereka memasak bersama anggota keluarganya. Tak ayal, perlombaan itu menjadi menarik. Ada suami yang bertugas memasak, dan istrinya bagian meramu racikan bumbu-bumbunya.

"Isok masak ta iki," tanya Risma ke peserta lomba memasak.

"Lomba memasak ini penilainnya bukan pada rasa masakannya. Tapi juga bagaimana menjalin komunikasi dan keakraban keluarganya saat memasak," tandasnya. (roi/bdh)
Berita Terkait