Karena itu polisi mengundang ratusan pengurus gereja. Mereka diajak berdisusi dalam rapat koordinasi dalam rangka kesiapan pengamanan Natal dan Malam Tahun Baru 2017 di Polrestabes Surabaya.
"Tujuan dari rapat koordinasi ini untuk memudahkan menentukan pola pengamanan di gereja saat ibadah misa nanti," kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal kepada wartawan usai rapat koordinasi, Kamis (22/12/2016).
Iqbal mengatakan, pintu masuk ke gereja akan dijaga ketat termasuk tempat parkir kendaraan. Iqbal menekankan jangan sampai parkir gereja disusupi oleh orang asing. Setiap pergantian misa akan dipantau. Pendeteksian akan dilakukan baik polisi dan pengurus dibantu petugas pengamanan gereja.
"Yang lebih tahu jemaat dan karakternya adalah pengurus gereja sendiri. Kalau ada jemaat yang asing kan nanti bisa diketahui dan dideteksi sehingga langsung ada antisipasi," ujar Iqbal.
Iqbal menambahkan, dalam rapat koordinasi itu seluruh pengurus gereja berniat dengan ikhlas dan sangat menyanggupi untuk membantu melakukan pengamanan. Pemuda gereja juga akan dilibatkan.
"Ini adalah koordinasi dua arah," tandas Iqbal.
Dalam rapat koordinasi itu, para pengurus gereja melakukan penandatanganan tekad untuk menciptakan suasana sejuk dan nyaman dalam perayaan Natal dan Tahun Baru 2017. Di wilayah hukum Polrestabes Surabaya sendiri terdapat 361 gereja termasuk 36 gereja besar. (iwd/fat)











































