Anak-anak yang tengah sibuk bermain langsung berhamburan menghampiri para mahmud-mahmud berdaster. "Ayo kesini ada ice cream gratis," sahut mereka disambut kedatangan anak-anak.
Tak ketinggalan para ibu yang sedang mengasuh putra-putrinya bermain turut datang untuk mengantre. "Saya juga mau," kata seorang ibu berjilbab seraya merangsek ingin mendapat sepotong ice cream.
200 Ice cream dan stiknya langsung ludes hanya dalam hitungan kurang dari 15 menit. Begitu juga jajanan ringan yang diberikan secara sukarela. Mahmud-mahmud yang membagikan sampai dibuat kewalahan, karena anak-anak yang tidak menerima terpaksa merengek dan menangis kembali ke orang tuanya.
"Kami cuma bawa 200 stik dan ice cream saja," ujar Beehilda, salah seorang mahmud-mahmud usai membagi ice cream gratis.
Beehilda mengaku pada momen Hari Ibu, dia bersama rekannya ingin menunjukkan kepada para ibu lain bahwa ibu berdaster tidak lagi dipandang sebelah mata.
"Biasanya ibu-ibu pakai daster lusuh dan habis waktunya untuk urusan rumah tangga. Kita ingin menunjukkan ibu berdaster kreatif dan peduli pada sesama," ujar ibu satu anak ini.
Mereka sengaja memilih ice cream, karena ingin membawa kesejukan di momen Hari Ibu. Anak-anak bisa semakin ceria menikmati liburan, tanpa para ibu harus repot mencarikan jajanan.
"Jangan malu pakai daster, kita ibu-ibu yang tangguh dan mampu tampil beda," tuturnya.
Hartini (38), pengunjung Alun-Alun Kota Malang sempat dibuat kaget dengan kerumunan orang yang ternyata ingin mendapatkan ice cream gratis. Dia pun bersyukur masih kebagian ice cream untuk buah hatinya. "Lumayan, anak-anak kan senang ice cream," ungkap wanita asal Dinoyo, Kota Malang. (fat/fat)