Masuknya TKA yang tak berizin secara kolektif tersebut akan menjadikan masyarakat setempat tidak bisa bersaing atau kehilangan peluang mendapatkan pekerjaan. Akibatnya masyarakat lokal tidak akan bisa menjadi tuan dan nyonya sendiri di daerahnya sendiri.
Baca Juga: 29 TKA China Kerja di Mojokerto, Hanya Tiga Ditemukan Berizin
"Kerugian sangat besar bagi pemerintah dan kita. Karena yang seharusnya mendapat keuntungan dari pajak yang harus dibayar mereka (TKA), tapi mereka tidak membayar. Belum hak pekerja yang seharusnya bisa dikerjakan oleh warga kita tapi diambil alih mereka. Bagaimana menjadi tuan dan nyonya di kota sendiri kalau gelombang TKA terus dibiarkan," kata Ketua Kadin Kota Surabaya Jamhadi pada detikcom, Kamis (22/12/2016).
Kadin mendesak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jawa Timur maupun di daerag agar lebih proaktif serta berkoordinasi dengan imigrasi. Tak hanya itu, Jamhadi juga mengungkapkan untuk mengetahui TKA ilegal sangat mudah melacak secara kasat mata.
"Kalau lelembut (hantu) tidak bisa dikontrol, kalau manusia sangat bisa terlihat dan diketahui. Pemerintah harus tanggap," ungkap dia.
Baca Juga: Warga Negara China Ditemukan Kerja Ilegal di Mojokerto, Ini Reaksi Gus Ipul
Saat ini, kata dia, ada ada 21 juta tenaga kerja di Jatim yang berkualitas tapi jarang pengusaha menggunakan jasanya. Anehnya, ada pengusaha yang nekat 'mengimpor' tenaga asing yang dipekerjakan secara ilegal.
"Justru memilih mendatangkan TKA yang secara hitung-hitungan jauh lebih mahal ketimbang menggunakan tenaga kerja lokal, ini yang harus segera dijawab instansi terkait," ujarnya.
Sebuah perusahaan di Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto tertangkap basah mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) dari China secara ilegal. Dari 29 orang, hanya 3 yang memiliki izin.
Baca Juga: 143 TKA China Dipulangkan dari Surabaya karena Belum Kantongi Izin Kerja
Di Kota Surabaya, 143 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dipulangkan ke negaranya. Mereka dipaksa pulang karena surat Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) belum keluar.
143 WN China ini adalah para pekerja yang sedianya hendak bekerja pada proyek pembangunan pabrik baru di Petrokimia Gresik. Di Surabaya mereka menginap di Hotel Java Paragon dan Hotel Sommerset. (ugik/ugik)











































