143 TKA China Dipulangkan dari Surabaya karena Belum Kantongi Izin Kerja

143 TKA China Dipulangkan dari Surabaya karena Belum Kantongi Izin Kerja

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Kamis, 22 Des 2016 10:08 WIB
143 TKA China Dipulangkan dari Surabaya karena Belum Kantongi Izin Kerja
Foto yang beredar di sosial media
Surabaya - Sebanyak 143 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dipaksa pulang ke negaranya. Mereka dipaksa pulang karena surat Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) belum keluar.

"IMTA mereka belum keluar, tetapi mereka sudah datang ke sini," ujar Kabid Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya Sandi Andaryadi kepada detikcom, Kamis (22/12/2016).

Sandi menjelaskan, 143 WN China ini adalah para pekerja yang sedianya hendak bekerja pada proyek pembangunan pabrik baru di Petrokimia Gresik. Sandi mengaku tidak tahu kapan mereka datang. Yang pasti setelah datang di Indonesia, mereka segera menuju ke Gresik.

Karena IMTA mereka dari Kementerian Tenaga Kerja belum turun, maka mereka pun belum bisa bekerja. Banyaknya WN China ini diketahui tim pengawasan orang asing (Pora) Gresik dan mempertanyakannya. WN China ini pun 'kabur' ke Malang. Mereka berwisata ke Batu, Jatim Park dan Museum Angkot.

Namun keberadaan mereka yang banyak terpantau tim Pora Malang. Mereka kembali berpindah tempat. Tujuan mereka adalah Surabaya. Di Surabaya mereka menginap di Hotel Java Paragon dan Hotel Somerset. Di Surabaya pun, keberadaan mereka terpantau.

"Kami mengetahui saat mereka ada di Surabaya. Setelah melihat data yang ada, akhirnya kami ketahui jika IMTA mereka belum keluar. Kami akhirnya memanggil sponsor mereka," kata Sandi.

Sandi meminta agar sponsor memulangkan mereka. Karena tidak dibenarkan warga asing berada di Indonesia sambil menunggu IMTA mereka keluar.

"Kami katakan ke mereka, tidak boleh berada di sini sambil menunggu IMTA keluar, meski izin tinggal mereka masih ada. Sponsor pun akhirnya bersedia memulangkan mereka. Jadinya yang memulangkan adalah sponsor atas saran kami," lanjut Sandi.

Tetapi pemulangan WN China itu dilakukan secara bertahap. Pemulangan pertama dilakukan pada Senin (19/12). Sulitnya mencari pesawat karena peak season natal dan tahun barulah yang membuat pemulangan itu dilakukan secara bertahap.

"Bertahap karena peak season natal dan tahun baru. Ada yang dipulangkan lewat Jakarta, Bali dan Surabaya," tambah Sandi.

Saat ini, kata Sandi, hanya tersisa 16 WN China yang belum dipulangkan. Mereka masih menginap di Hotel Somerset. "Tadi malam masih ada 21 WN China. Dan per hari ini sisa 16 WN China. Mereka masih menginap di Somerset. Yang di Java Paragon sudah tak ada lagi," tandas Sandi. (iwd/fat)
Berita Terkait