Temukan Makanan Kadaluwarsa, Petugas Diprotes Pedagang Saat Razia Mamin

Temukan Makanan Kadaluwarsa, Petugas Diprotes Pedagang Saat Razia Mamin

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 20 Des 2016 16:04 WIB
Temukan Makanan Kadaluwarsa, Petugas Diprotes Pedagang Saat Razia Mamin
Razia mamin diprotes pedagang/Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Petugas gabungan menyita berbagai jenis makanan dan minuman tak layak konsumsi dari minimarket dan pasar di Kabupaten Jombang, Selasa (20/12/2016). Namun, sidak itu menuai protes dari sejumlah pedagang lantaran dianggap merugikan mereka.

Sidak kali ini melibatkan petugas dari Disperindag dan Pasar, Bagian Perekonomian, Dinkes, Satpol PP, dan Polres Jombang. Petugas gabungan menyasar minimarket di Jalan Kolonel H Ismail, Peterongan. Di lokasi itu, petugas menemukan jajanan wafer, minuman berkarbonasi dan kopi kemasan kotak yang ternyata kadaluwarsa.

"Kami minta petugas minimarket untuk membuang makanan dan minuman yang kadaluwarsa ke tempat sampah," kata Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Jombang, Yulien Utarti kepada wartawan di lokasi.

Sidak pun beralih ke pasar tradisional Peterongan. Pemeriksaan ke empat lapak pedagang makanan ringan, petugas kembali menemukan banyak makanan ringan yang tak layak konsumsi. Mulai dari kemasan rusak hingga mengandung pewarna tekstil.

"Kami menyita beragam makanan ringan seperti beragam mie, makroni, beragam kerupuk mengandung bahan pengawet. Barang-barang ini kami sita untuk dibawa ke gudang Disperindag untuk kemudian dimusnahkan," ungkap Yulien.

Yulien menjelaskan, sidak ini untuk menjamin makanan dan minuman yang beredar di pasar sehat untuk dikonsumsi masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Atas temuan ini, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti dalam membeli makanan. Khususnya jajanan untuk anak-anak.

"Kami juga memberi pemahaman kepada penjual agar lebih teliti ketika mendapat tawaran dari sales makanan yang datang. Jangan menerima mamin yang tak layak konsumsi," tandasnya.

Namun, sidak yang semula berjalan lancar mendadak menuai protes dari sejumlah pedagang di Pasar Tradisional Peterongan. Salah seorang pedagang, Maria Ulfa (42) menilai pemeriksaan yang dilakukan petugas salah sasaran sehingga merugikan pedagang kecil. Seharusnya petugas menyasar agen makanan besar.

"Kami pedagang kecil tidak paham soal kandungan pewarna makanan berbahaya atau tidak. Bagaimana cara ngeceknya? Harusnya pedagang besarnya dong yang ditertibkan. Kalau begini (disita), apa pemerintah mau kasih ganti rugi," ujarnya.

Namun, petugas tak menanggapi protes dari para pedagang. Mereka berlalu meninggalkan pasar sembari menyita makanan yang tak layak konsumsi. (fat/fat)
Berita Terkait