Keyakinan itu dilakukan warga setiap tahun tepatnya di bulan Maulid Nabi Muhamad SAW. Dengan menyisihkan uang sekedarnya dari hasil bumi, warga berharap mendapat rezeki melimpah dari hasil pertanian yang dilakoni di lahan pegunungan dan dijauhkan balak dan musibah.
Menurut ulama setempat Habib Haddar Bin Ja'far Al-Muhdor, mengatakan, kegiatan yang dilakukan warga ini melanjutkan tradisi Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Yang bertujuan mendekatkan diri ke sang pencipta dan Rasulullah, dengan mengikuti kemuliaan akhlak dan tradisi usap kening sesuai Hadist dan Al-Quran.
"Usap kening anak yatim itu sudah ada hadistnya dan akan membawa keberkahan dan kemulian, agar hasil panen dan usaha diberikan kesuksesan," ujar Habib Haddar, saat ditemui di sela acara tradisi, Selasa (20/12/2016).
Mengusap kening yatim piatu merupakan sebuah kegiatan warga turun temurun di Kabupaten Probolinggo. Dan berharap berkah agar ditahun yang baru, warga di 8 Desa yang mayoritas bermata pencaharian petani dapat memanen hasil bumi yang lebih baik. (fat/fat)











































