"Karena ini akhir tahun, saya sengaja melakukan tes urine bagi kalangan kades. Karena selama ini saya tidak bisa melihat secara langsung keseharian mereka. Mungkin ada yang bersih atau tidak bersih, makanya kami berinisiatif mengadakan tes urine," kata Wakil Bupati Situbondo, H Yoyok Mulyadi di kantor pemkab Situbondo, Kamis (15/12/2016).
Pengamatan detikcom menyebutkan, tes urine yang dilakukan secara mendadak itu sempat membuat terkejut sebagian kades. Mereka tidak mengira di sela pelaksanaan rapat koordinasi dan evaluasi program Raskin akan diadakan tes urine. Meski begitu, para kades tidak bisa mengelak karena tes urine dijaga Satpol PP Situbondo. Tes urine melibatkan laboratorium kesehatan di Situbondo.
"Tes urine ini memang kita laksanakan secara mendadak dan diam-diam. Hasilnya nanti kita menunggu hasil pemeriksaan resmi laboratorium yang kita tunjuk. Kalau ada yang dinyatakan positif, nanti akan saya koordinasikan dengan bapak bupati dulu terkait sanksi yang akan diberikan," tandas mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Situbondo itu.
Namun demikian, ada juga kades yang tampak antusias dengan pelaksanaan tes urine. Bahkan, Koordinator Forum Komunikasi Kepala Desa dan Perangkat (Fokap) Wilayah Timur Situbondo, Sumakki berdecak optimis, para kades di Situbondo akan terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Karena itu, tes urine yang dilaksanakan mendadak dianggap tidak mengejutkan dirinya.
"Semua Kades tahu konsekuensi penyalahgunaan narkoba. Ancaman hukumannya saja minimal 4 tahun penjara. Belum lagi sanksi moral kepada warga desa yang dipimpinnya. Makanya saya optimis para kades di Situbondo ini bebas dari narkoba," tegas Sumakki, yang juga Kepala Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih. (fat/fat)











































