Polres Trenggalek Periksa 100 Saksi Penipuan Kanjeng Dimas Gentong

Adhar Muttaqin - detikNews
Kamis, 15 Des 2016 13:19 WIB
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Kepolisian Resort Trenggalek terus mengembangkan kasus dugan penipuan bermodus penggandaan uang melalui gentong gaib, dengan tersangka Kanjeng Dimas Gentong. Hingga saat ini polisi telah memeriksa 100 saksi dan menyita seluruh aset tersangka.

Kapolres Trenggalek AKBP Donny Adityawarman, Kamis (15/12/2016) mengatakan, 100 saksi yang diperika tersebut rata-rata adalah korban penipuan serta karyawan pelaku. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara rinci modus serta proses penipuan yang dilakukan tersangka dan komplotannya.

"Kami masih terus mengembangkan kasus ini, kemungkinan masih ada pemeriksaan lanjutan terhadap saksi-saksi yang lain untuk melengkapi berkas penyidikan," katanya.

Dari proses penyelidikan hingga penyidikan yang dilakukan Unit Pidana Umum Polres Trenggalek, polisi baru menetapkan tiga orang tersangka, yakni Kanjeng Dimas Gentong dan dua pengikutnya.

"Untuk beberapa karyawan koperasi milik tersangka, setelah kami lakukan pemeriksaan ternyata tidak terkait sama sekali dengan penipuan. Mereka murni bekerja di koperasi itu," jelasnya.

Selain melakukan pemeriksaan saksi, polisi juga telah menyita seluruh aset yang dimiliki para tersangka yang diduga berasal hasil dari penipuan, diantaranya rumah pribadi Kanjeng Dimas Gentong, gedung padepokan, sejumlah mobil serta sepupuh kendaraan sepda motor.

"Penyidik juga mengamankan beberapa aset koperasi yang diduga berasal dari hasil penipuan penggandaan uang, serta uang tunai Rp 50 juta. Untuk total nilai aset yang kami sita masih dalam peghitungan," ujarnya.

Sebelumnya Kepolisian Resort Trenggalek berhasil mengungkap kasus penipuan dengan modus penggandaan uang, dalam kasus ini polisi menangkap tersangka utama Kanjeng Dimas Gentong alias Hasani Suhartono alias Ida Bagus Hasan Suardika, warga Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. serta dua pengikutnya, masing-masing Ahmad Hisyam Damiri, warga Desa Kalidawir, Kecamatan Kalidawir Tulungagung dan Suminto alias Todog, warga Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek.

Dari praktik penipuan yang dilakukan selama enam bulan terakhir, para tersangka berhasil memperdaya 209 petani dan pedagang cengkeh dengan omset mencapai lebih dari Rp 10 miliar.

"Modusnya pelaku membeli cengkeh dari petani dengan harga diatas rata-rata, kemudian pencairan dilakukan tiga bulan kemudian. Namun dalam prosesnya mereka membujuk korban agar uangnya digandakan melalui gentong gaib, tapi ternyata tidak berhasil," jelas kapolres. (bdh/bdh)