"Bantuan pada tahap awal ini kami berikan untuk membantu meringankan beban para korban selama di pengungsian," kata External Relations Director JAPFA, Rachmat Indrajaya, Jumat (9/12/2016).
Pasca gempa berkekuatan 6,4 SR, lanjut dia, tim dari unit usaha di Aceh dan Medan langsung bergerak ke lokasi terhitung 1 jam setelah terjadinya peristiwa itu. Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan mandi, bahan makanan, perlengkapan shalat, susu dan MPASI. Diharapkan bantuan itu bisa menjadi penopang kehidupan agar pengungsi tetap tercukupi asupan gizi dan mendapat layanan kesehatan serta bisa menjaga kebersihan.
Tak hanya memberikan bantuan dalam bentuk barang, pihaknya juga memberikan trauma healing untuk korban bencana. "Kami berupaya tidak hanya memperhatikan aspek kebutuhan fisik semata, tetapi juga membantu masyarakat melewati trauma pasca bencana terutama anak-anak," imbuhnya sambil menambahkan membuka posko tanggap bencana di wilayah kecamatan Tienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya. (fat/fat)











































