Jalan Tulungagung-Trenggalek Rusak Parah, Pedagang Oleh-oleh Menjerit

Jalan Tulungagung-Trenggalek Rusak Parah, Pedagang Oleh-oleh Menjerit

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 12 Des 2016 17:02 WIB
Jalan Tulungagung-Trenggalek Rusak Parah, Pedagang Oleh-oleh Menjerit
Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Kerusakan ruas jalan nasional Trenggalek-Tulungagung di Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek semakin parah. Arus lalu lintas pun menjadi tersendat.

Rusaknya jalan nasional ini juga menyebabkan omset puluhan pedagang oleh-oleh merosot tajam, karena sepinya wisatawan atau pembeli yang mampir ke lapak mereka.

Salah seorang pedagang oleh-oleh khas Trenggalek, Arif Jamhari, Senin (12/12/2016) mengatakan, saat ini sejak terjadinya kerusakan parah ruas jalan nasional yang ada di Dusun Kranding, Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, penjualan aneka jajanan anjlok hingga 80 persen.

"Padahal saat libur seperti ini biasanya jumlah pembeli meningkat dibanding pada hari biasa, tapi yang terjadi justru sebaliknya, tidak ada yang mampir," katanya saat ditemui detikcom di depan lapak dagangannya.

Menurutnya, saat ini para pengguna jalan maupun wisatawan enggan untuk mempir berbelanja di pusat oleh-oleh di wilayahnya, karena keerusakan jalan cukup parah dan becek.

"Mereka (pengguna jalan) lebih konsentrasi ke jalan dan tidak sempat berfikir untuk mampir, kalau pun mau mampir juga mikir, karena depan toko becek semua," imbuhnya.

Arif menjelaskan, kerusakan jalan nasional di wilayah kranding telah terjadi sejak dua bulan terakhir. Kerusakan tersebut terus bertambah bahkan hampir seluruh badan jalan sepanjang 1 Kilometer hancur dan dipenuhi dengan lubang besar.

"Kalau mobil jenis sedan atau yang rendah pasti banyak yang terjebak lubang-lubang itu, karena memang cukup dalam dan banyak sekali," imbuhnya.

Terkait kondisi tersebut, para pedagang mengaku pasrah, karena berbagai upaya telah dilakukan, termasuk melakukan pengurukan jalan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

Disisi lain, proses perbaikan jalan semenentara yang sempat dilakukan rekanan Balai Besar Pemeliharan Jalan Nasonal (BPPPJN) VIII kini terhenti. Seluruh peralatan perbaikan masih terparkir di depan rumah warga.

Sementara itu, Wakapolsek Pogalan Ipda Kaelani mengatakan, pada libur panjang akhir pekan kali ini, jumlah pengguna jalan naik dua kali lipat dibanding hari-hari biasanya.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah cukup mengganggu arus lalu lintas dari kedua arah, bahkan beberapa kali mengalami kemacetan panjang, hingga hampir 2 Kilometer.

"Di Kecamatan Pogalan ini ada tiga titik ruas jalan nasional yang rusak parah, dua titik berada di Desa Ngetal dan satu titik di Dusun Kranding, Desa Bendorejo. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas maupun kemacetan parah, pihaknya kepolisian terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas," katanya.

Sebelumnya Project Officer BBPJN VIII PPK 13 Kediri, Wahyu Agus Purwanto mengatakan, perbaikan secara menyeluruh terhadap ruas jalan yang rusak tersebut akan dilakukan pada awal tahun 2017.

"Nah, untuk yang di Kranding sepanjang 1 KM ini, nanti jalannya akan dilebarkan menjadi 7.5 Meter, kemudian dinaikkan dengan beton cor sekitar 20 Centimeter dan dilapisi aspal," ujarnya.

Selan itu, pada perbaikan total tersebut, BPPJN VIII juga akan melengkapi dengan drainase yang memadai, seperti pada ruas jalan sebelumnya. Wahyu memastikan, proses pengerjaan akan dilakukan lebih awal.

"Karena proses lelang dilakukan pada ahir tahun 2016, dengan pembangunan itu kami harapkan untuk persoalan ruas Kranding bisa teratasi," katanya.

Sedangkan untuk titik kerusakan yang ada di Desa Ngetal, pihaknya mengaku belum akan dibongkar secara total oleh BBPJN, namun pihaknya bakal melakukan perbaikan rutin. (bdh/bdh)
Berita Terkait