Didik yang tercatat sebagai kader PDI Perjuangan ini menggantikan Trimoelja D. Soerjadi, seorang pengacara senior. Pergantian komisaris ini dilakukan di Kementerian BUMN di Jakarta belum lama ini.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkantor pusat di Rungkut ini 50 persen sahamnya dimiliki oleh Kementerian BUMN. Sesuai dengan website resminya, sisa sahamnya dimiliki Pemerintah Provinsi Jatim dan Pemerintah Kota Surabaya, masing-masing sebesar 25 persen.
Baca Juga: Mantan Tim Sukses Risma-Whisnu ini Bakal Jadi Komisaris BUMN di Surabaya
Trimoelja mengakui bahwa dirinya sudah bukan komisaris yang ditunjuk oleh Pemkot Surabaya. Setelah lima tahun, kini digantikan oleh Didik.
"Saya dan Pak Didik hadir di RUPS Luar Biasa di Kementerian BUMN beberapa hari lalu. Sekarang mewakili Pemkot Surabaya sudah Pak Didik, bukan saya lagi," kata Trimoelja kepada detikcom melalui sambungan telepon, Kamis (8/12/2016) malam.
Didik Prasetyono, seorang pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya. Dia sebelum berlabuh ke PDI Perjuangan sempat menjadi Komisioner KPU Jatim. Dan pernah mencalonkan anggota DPD tapi tidak lolos.
Didik yang pada Pilkada Surabaya 2010 lalu menjadi juru bicara di tim sukses pemenangan Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana ini mengaku sudah mengajukan pengunduran diri dari struktur kepengurusan partai.
Didik berhenti dari Wakil Ketua Bidang Seni Budaya DPC PDI Surabaya karena saat itu dicalonkan sebagai komisaris di PT SIER mewakili Pemkot Surabaya. Berhenti dari pengurus partai karena persyaratan untuk menjadi direksi atau komisaris sesuai peraturan menteri tidak diperbolehkan menjadi pengurus partai.
Didik gagal dikonfirmasi terkait penetapan dirinya menjadi salah satu komisaris PT SIER. Pesan singkat yang dilayangkan detikcom belum mendapat balasan hingga Pk 19.57 Wib.
Sementara Humas PT SIER Yosa Putri Hapsari menerangkan bahwa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) baru akan digelar Tahun 2017. Karena sesuai aturan yang ada masa jabatan komisaris berlaku lima tahun.
"Pak Tri masih mewakili Pemkot Surabaya sebagai pemegang saham," kata Yosa.
PT SIER, sesuai profil yang tertera di website resminya, didirikan pada tanggal 28 Februari 1974 di atas lahan sekitar 330 Hektar.
SIER mengelola 3 kawasan industri :
Surabaya Industrial Estate Rungkut, seluas 245 Ha, telah ditempati oleh 267/309 perusahaan/lokasi dengan 21 PMA dan 246 PMDN yang menampung 45.953 tenaga kerja.
Sidoarjo Industrial Estate Berbek, seluas 87 Ha, dan telah ditempati 103/129 perusahaan/lokasi dengan 14 PMA dan 89 PMDN yang menampung 19.183 tenaga kerja.
Pasuruan Industrial Estate Rembang, seluas 563 Ha, sekarang telah terisi seluas 260 ha dengan 87/164 perusahaan/lokasi dengan 45 PMA dan 42 PMDN yang menampung 23.199 tenaga kerja. (ugik/bdh)











































