Selain Gubernur Jatim, Menkumham juga memberikan penghargaan ke sembilan gubernur dari provinsi lain di Indonesia. Yakni Gubernur Sumatera Utara, DKI Jakarta, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Sulawesi Utara.
"Jawa Timur sangat antusias dan serius dalam menangani masalah Hak Azasi Manusia di daerahnya," kata Menkumham Yasonna H Laoly di sela acara puncak peringatan HAM tingkat nasional di Gedung Negara Grahadi Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Kamis (8/12/2016).
Yasonna menerangkan, Jawa Timur mendapatkan peringkat I dalam perolehan penghargaan Peduli HAM, karena wilayah Jatim yang luas terbagi menjadi 38 kabupaten/kota. Daerah kabupaten dan kota juga mendapatkan penghargaan Peduli HAM.
Bukan hanya gubernurnya saja yang memperoleh penghargaan Peduli HAM. 38 bupati dan walikota se Jawa Timur juga mendapatkan yang sama.
"Ini merupakan kerjasama yang baik dan sangat kompak antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam menangani masalah hak azasi manusia di seluruh wilayah Jawa Timur," jelasnya.
Peringatan HAM ke 68 secara nasional ini, yang mendapatkan penghargaan mengalami peningkatan sekitar 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu hanya 138 kabupaten dan kota dari 29 provinsi yang mendapatkan penghargaan daerah Peduli HAM. Tahun ini menjadi 228 kabupaten dan kota dari 34 provinsi. Sementara provinsi yang mendapatkan penghargaan 10 provinsi.
Sedangkan 12 kantor wilayah Kemenkumham mendapatkan penghargaan karena mendorong lebih dari 50 persen kabupaten dan kota di wilayahnya untuk menjadi daerah peduli HAM.
"Pemerintah harus dapat memberikan pelayanan pendidikan, kesehatan dan memberikan jaminan perlindungan kebebasan beragama dan berkeyakinan," tandasnya. (roi/bdh)











































