Dua Rumah di Trenggalek Hancur Tertimpa Longsor

Dua Rumah di Trenggalek Hancur Tertimpa Longsor

Adhar Muttaqin - detikNews
Senin, 05 Des 2016 13:30 WIB
Dua Rumah di Trenggalek Hancur Tertimpa Longsor
Dua rumah warga di Trenggalek terkena longsor/Foto: Adhar Muttaqin
Trenggalek - Puluhan anggota gabungan dari polisi, Perhutani dan masyarakat mengevakuasi perabot rumah milik seorang warga Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabuputaten Trenggalek yang rumahnya hancur tertimpa longsor berskala besar.

Kapolsek Tugu, Iptu Bambang Purwanto, Senin (5/12/2016) mengatakan, korban tanah longsor tersebut adalah rumah milik Nurhandik tepat di depan proyek pembangunan Bendungan Tugu. Pihaknya bergotong-royong mengeluarkan seluruh barang yang ada di dalam rumah. Mulai dari meja, kursi, almari maupun perabot rumah tangga yang lainnya.

"Evakuasi ini kami lakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar, karena kondisi rumah cukup parah, tembok bagian belakang dan samping hancur tertimpa tanah dan batu, bahkan satu kamar tidur itu penuh dengan tanah," katanya.

Pihaknya mengaku, longsor yang terjadi di Dusun Oro-oro Ombo, Desa Nglnggis ini cukuP besar. Tebing setinggi 60 meter dengan panjang 40 meter ambrol dan menimpa dua rumah milik Nurhandik dan Suyono yang berada di bawah tebing.

"Meskipun kondisi rumah Nurhandik hancur dan milik Suyono Jebol, namun kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Seluruh penghuni rumah berhasi menyelamatkan diri sebelum terjadi longsor besar," ujarnya.

Sementara pemilik rumah, Nurhandik mengatakan, sebelum terjadi longsor sempat beberapa kali terjadi longsor kecil. Saat itu, sekitar pukul 16.30 WIB, ia mendengar suara gemuruh dari tebing yang ada di belakang rumah.

"Kebetulan saat itu istri sedang mandi di kamar mandi dalam, kemudian cucu di kamar mandi luar ini. Begitu tahu ada gemuruh, langsung saya tengok ternyata mulai ada longsor, akhirnya saya beritahu mereka dan lari menyelamatkan diri," katanya.

Menurutnya, dari kejadian tersebut, sebagian rumahnya hancur tertimbun material berupa tanah dan bebatuan. Bahkan saat ini sebuah batu berdiameter lebih dari 5 meter berada di belakang rumahnya.

"Hancur semua ini, yang selamat hanya ruang tamu dan kamar saya saja, lainnya habis. Saat kejadian sama sekali tidak mikir harta benda, karena yang penting selamat. Tadi malam saya menginap di gubuk di depan rumah itu," ujar Nur.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Tugu, Rudijato mengaku untuk proses pmebersihan material longsor tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan tenaga manual, karena jumlah material yang ambrol cukup besar, dengan ketinggian lebih dari tiga meter.

"Tadi sudah ada informasi, proses pembersihan akan dibantu alat berat dari BBPJN (Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional). Semoga cepat bisa teratasi, ksihan keluarga korban," imbuhnya.

Rudi mengaku, rumah yang tertimpa tanah longsor tersebut merupakan milik warga terdampak pembangunan Bendungan Tugu dan baru dibangun setahun lalu. Sebelumnya lokasi perumhan warga berada di kawasan proyek bendungan.

"Jadi meraka ini adalah warga yang direlokasi tahap pertama, mereka sendiri yang memilih lahan di situ," ujarnya kepada detik.com

Pemerintah memastikan tidak akan tinggal diam terkait kejadian tersebut. Bahkan sesat setelah terjadi longsor besar, Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak melakukan peninjauan langsung di lokasi bencana.

"Insya Allah nanti ada solusi dari pemerintah daerah, tapi kami masih belum tahu apakah relokasi lagi atau seperti apa. Untuk sementara keluarga Nurhandik mengungsi ke rumah saudara," ujar Rudi. (fat/fat)
Berita Terkait