Wali Kota Risma Ajak Warganya jadi Pengusaha

Rois Jajeli - detikNews
Sabtu, 03 Des 2016 19:10 WIB
Foto: Istimewa
Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak warganya menjadi pengusaha. Dengan menjadi pengusaha bisa mengembangkan diri. Berbeda dengan pegawai yang ruang geraknya terbatas.

"Menjadi pegawai ada batasnya. Kalau punya usaha, kita bisa berkembang terus," kata Risma di sela Awarding Pahlawan Ekonomi 2016 di halaman Balai Kota, Taman Surya, Sabtu (3/12/2016).

Memang banyak tantangan dan tidak mudah mengajak apalagi mencetak warga menjadi pengusaha. Warga yang tergabung dalam pahlawan ekonomi mayoritas ibu-ibu. Dan sebelumnya kebanyakan tidak memiliki kemampuan wirausaha seperti menjahit.

Namun, ibu-ibu tersebut mendapatkan pelatihan dari Pemkot Surabaya di setiap akhir pekan di Kapas Krampung Plaza. Pemkot mendatangkan para mentor yang ahli di bidangnya, untuk memberikan pelatihan mengenai berbagai hal. Seperti bagaimana membuat dan menjaga kualitas produk, membuat hak paten produk atau perizinan, termasuk cara memasarkan produknya.

"Kami training khusus setiap minggu. Kami juga dibantu dari teman-teman dari tata rupa untuk membuat branding dan packaging produk yang baik," ujarnya.

Risma menambahkan, para pelaku usaha yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi juga dibantu oleh media sosial besar di dunia (facebook), untuk memasarkan produknya.

"Mereka membantu pelaku UKM ini untuk meningkatkan kapasitasnya berkomunikasi melalui internet. Bagaimana memfoto produk agar tampilannya menarik. Kalau punya produk kan harus upload fotonya, itu mereka diajari," tuturnya.

Wali kota perempuan pertama kali di Surabaya ini yakin, jika warga menggelutinya dengan serius, akan menghasilkan produk yang baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan.

"Kita harus percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Ayo terus berusaha agar menjadi lebih sejahtera," tandasnya.

Ketua Karang Taruna Kota Surabaya M Arifan mengatakan, dilibatkan anak-anak muda dalam program Pahlawan Ekonomi ini usulan sejak dua tahun lalu. Anak muda tersebut sebelumnya tergabung dalam wadah usaha ekonomi produktif dibawah Karang Taruna.

"Selama ini kan di Pahlawan Ekonomi kebanyakan ibu-ibu rumah tangga. Sekarang sudah menampung anak-anak muda yang usianya 17 tahun hingga 40 tahun," katanya sambil menambahkan, di acara hari ini ada 50 anak muda yang ikut. Anak muda ini pilihan dari setiap kecamatan.

Jumlah pelaku usaha Pahlawan Ekonomi setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tahun ini ada lebih dari 3.000 UKM, mengalami peningkatan 360 UKM dibandingkan tahun 2015 sebanyak 2.640 UKM pahlawan ekonomi. Sedangkan di Tahun 2014, jumlah UKM Pahlawan Ekonomi hanya 1.976. Bahkan di Tahun 2016, ada pejuang ekonomi dari kalangan anak muda yang ingin bergerak maju menjadi pengusaha.

Acara Awarding Pahlawan Ekonomi Tahun 2016, Pemkot Surabaya juga memberikan penghargaan kepada 60 desainer Kreavi yang terlibat dalam program Tatarupa. Mereka dianggap berjasa ikut membantu perkembangan UKM ke arah positif. (roi/fat)