Masyarakat dan TNI di Banyuwangi Deklarasikan Gerakan Berani Cegah HIV

Masyarakat dan TNI di Banyuwangi Deklarasikan Gerakan Berani Cegah HIV

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 01 Des 2016 13:28 WIB
Masyarakat dan TNI di Banyuwangi Deklarasikan Gerakan Berani Cegah HIV
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Ratusan masyarakat, relawan dan aktivis HIV-AIDS di Banyuwangi, melakukan aksi turun ke jalan. Mereka melakukan longmarch sepanjang 2 kilometer, dari depan Kantor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banyuwangi, Jalan Adi Sucipto hingga Simpang Lima Banyuwangi, Kamis (1/12/2016).

Ada yang unik dalam aksi kali ini. Selain elemen masyarakat, aksi ini juga diikuti oleh personel TNI AD dari Kodim 0825 Banyuwangi. Dengan baju doreng mereka turut berbaris dengan masyarakat, simpatisan dan relawan. Sepanjang jalan mereka juga turut berorasi dan membagikan selebaran imbauan pencegahan HIV-AIDS kepada masyarakat Banyuwangi.

Tak hanya itu, mereka juga mendeklarasikan gerakan berani cegah HIV dalam memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh pada hari ini.

"Kita turut serta memerangi HIV/AIDS di Banyuwangi. Kita prihatin dengan makin meningkatnya penderita AIDS. Melalui KPA kita bantu memberi ruang terhadap pemberantasan HIV/AIDS," ujar Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Roby Bulan kepada detikcom, Kamis (1/12/2016).

Dandim Roby berharap dengan keikutsertaan TNI AD dalam aksi kali ini bisa menggugah semangat masyarakat lainnya untuk ikut serta memberantas AIDS.

Masyarakat dan TNI di Banyuwangi Deklarasikan Gerakan Berani Cegah HIVFoto: Ardian Fanani
"Minimal tidak melakukan seks bebas dan menggunakan narkoba," pungkas Dandim Roby.

Sementara koordinator aksi, Tunggul Harwanto mengatakan, saat ini Kabupaten Banyuwangi memiliki jumlah kasus terbanyak ke 3 di Jawa Timur, setelah Kota Surabaya dan Malang.

"Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi hingga akhir Agustus 2016, sudah ada 2.700 orang lebih terkana HIV. Dari jumlah tersebut hampir 400 orang meninggal karena AIDS," ujarnya.

"Dari akumulasi kasus HIV yang ada di Banyuwangi, usia produktif menyumbang angka yang besar, mulai usia 16-35 tahun sebesar 81 persen sudah banyak yang terinfeksi virus HIV," tambahnya.

Untuk itu kata Tunggul, hal ini harus direspon secara serius. Sehingga generasi muda di Banyuwangi bisa lebib produktif dan berkualitas dan terhindar dari virus yang mematikan tersebut. (bdh/bdh)
Berita Terkait