Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, pemuda bernama Wahyu (22) asal Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo ini, pulang kuliah dari Jember dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Byson N 3493 QT. Sampai di lokasi kejadian, korban berusaha menyalip truk gandeng dengan nopol H 1789 DH, yang disopiri Maslikan (45), warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Namun, usai berhasil menyalip truk bermuatan tembakau itu, tanpa disadari korban, di depannya muncul truk Fuso DK 9419 FF yang dikemudikan Yudi (50), warga Mojoarno, Kabupaten Jombang. Akibat jarak yang terlalu dekat, motor korban tidak bisa menghindar, dan akhirnya menabrak truk.
"Dia kencang dan posisi nyalip jadi nabrak sendiri, kepala dan badannya terbentur ke body truk bagian depan," kata Murtiningsih, salah satu saksi sekaligus tetangga korban di lokasi kejadian.
Akibat benturan keras itu, sepeda motor korban ringsek setelah terlindas truk Fuso. Sementara tubuh Wahyu terpental ke sisi selatan jalan dan masuk ke bawah kolong truk gandeng. Korban tewas seketika di lokasi kejadian.
"Saya sudah pelan bahkan sempat berhenti. Dia kencang menabrak saya, jatuh dan terlindas. Banyak saksinya kalau dia yang nabrak truk saya dengan kecepatan tinggi," kata Yudi, sopir truk Fuso membela diri.
Sementara, berdasarkan olah TKP yang dilakukan Satlantas Polres Probolinggo, kecelakaan itu murni karena kelalaian korban saat berkendara. "Korban menyalip kendaraan lain di jalur garis putih panjang," kata petugas Satlantas Polres Probolinggo Bripka Prayudi.
Akibat kecelakaan maut iitu, jalur pantura Probolinggo-Situbondo sempat mengalami kemacetan parah hingga 5 Kilometer. (bdh/bdh)










































