Ini Reaksi Wali Kota Malang Soal Jalan Amblas di Terusan Bondowoso

Ini Reaksi Wali Kota Malang Soal Jalan Amblas di Terusan Bondowoso

Muhammad Aminudin - detikNews
Rabu, 30 Nov 2016 17:08 WIB
Ini Reaksi Wali Kota Malang Soal Jalan Amblas di Terusan Bondowoso
Foto: Muhammad Aminudin
Malang - Akhirnya Wali Kota Malang Moch Anton turun mendatangi jalan amblas di Jalan Terusan Bondowoso, Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Rabu (30/11/2016).

Anton minta proses perbaikan dilakukan dengan segera. Satu unit alat berat berukuran sedang didatangkan ke lokasi guna mempercepat upaya perbaikan jalam amblas dengan diameter sekitar 4-5 meter dan kedalaman mencapai 180 centimeter.

Wali Kota datang ke lokasi didampingi Ketua DPRD Kota Malang Arief Wicaksono, anggota DPRD Yaqud Ananda Gudban, serta sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Kota Malang Jarot Edy Sulistyo.

Foto: Muhammad Aminudin
"Ayo segera perbaiki, terutama yang di sekitar lubang agar tahu sejauh mana kerusakannya," kata Anton, langsung direspon dengan hadirnya ekskavator.

Anton yang mengenakan kaos casual warna putih dan berkaca mata hitam, tampak serius melihat proses pembongkaran. Sesekali dia, nampak berbincang dengam Ketua DPRD serta Yaqud yang berdiri di sampingnya.

Ketika alat berat mulai bekerja, dapat terlihat kepadatan tanah di bawah ruas jalan kurang maksimal. Sehingga memudahkan alat berat menggaruk hingga bagian dasar. "Begini biar tahu jelas kondisi dan penyebabnya," sebut Anton.

Setelah proses penggarukkan alat berat dirasa sudah selesai. Anton masuk ke dalam lubang bersama sejumlah Kepala SKPD. Dia kemudian mengamati kondisi di bawah ruas jalan, yang diduga kuat terdapat gorong-gorong masa kolonial.

Kadis DPUPPB Jarot Edy Sulistyo mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan ruas jalan berlubang. Salah satunya, adanya penggerusan tanah. Di bawah ruas jalan juga terdapat dua gorong-gorong atau drainase.

Foto: Muhammad Aminudin
"Drainase lama, kemungkinan dibuat zaman Belanda sudah mengalami distorsi yang memiliki kedalaman sekitar 3 meter. Tekanan air akibat hujan deras mengguyur beberapa hari terakhir membuat tanah labil hingga tak mampu menahan bebas jalan di atasnya," ungkap Jarot saat mendampingi Anton.

Dia mengaku, proses perbaikan tetap akan memakan waktu selama tiga pekan lamanya. Perbaikan dalam jangka pendek adalah pembongkaran serta nantinya memfungsikan kembali gorong-gorong tersebut.

"Semua akan diperbaiki, termasuk gorong-gorongnya, agar tetap bisa berfungsi. Anggaran menggunakan pos isidental yang hanya mampu sampai Rp 200 juta saja," tegasnya. (bdh/bdh)
Berita Terkait