Untung saja peristiwa tersebut tak menimbulkan korban jiwa. Dua orang yang ada di motor berhasil melompat sebelum truk menabraknya. Dua korban selamat adalah Abdul Muin dan Watin, keduanya warga Bangkalan.
"Saya sama mbak (Watin) mau ke Trate, Gresik, ke rumah Wasida, kakak saya yang lain," ujar Muin kepada detikcom di lokasi, Rabu (30/11/2016).
dua pengendara Motor Abdul Muin dan Watin/ Foto: Imam Wahyudiyanta |
Truk yang mengangkut gulungan kawat besi itu berjalan pelan sehingga Muin harus terus berada di belakangnya. Untuk menyalip pun tak mungkin karena selain jalannya yang sempit dan bergelombang serta berlubang, ada kendaraan lain dari arah sebaliknya.
Muin terus berada di belakang truk hingga truk itu menanjak ke atas jembatan. Tiba-tiba truk itu berhenti di tanjakan. Muin juga ikut berhenti. Beberapa detik kemudian truk itu mundur. Muin kaget, dia segera menyuruh Watin melompat untuk kemudian dia sendiri melompat. Motornya ia geletakkan begitu saja.
Keputusan Muin tepat. Telat sedikit saja ia harus kehilangan nyawa. Roda kanan belakang truk itu langsung melindas motor yang baru dicicilnya 11 bulan itu. Muin bersyukur tak menjadi korban meski ia dan kakaknya mengalami memar pada kaki karena bergesekan dengan aspal jalan.
"Mbak segera saya suruh lompat. Lalu saya juga lompat. Kalau motornya saya jagang (standar), bisa ikut terlindas saya," kata Muin.
Sebenarnya Muin tak berada tepat di belakang truk. Ada tiga motor lain di depannya. Namun saat truk itu berhenti karena tak kuat menanjak, tiga motor lain berhasil menyalip truk. Satu motor yang dikendarai seorang tentara sempat menyenggol badan truk.
"Motor yang dikendarai tentara sempat nyenggol truk, tapi gak jatuh," tandas Muin.
Sopir truk, Sipon, mengaku bahwa truk yang ia sopiri memang tak kuat menanjak. Tetapi ia mengelak jika dikatakan karena kelebihan muatan. Beban muatannya terbilang standar saja.
"Bukan karena bebannya, tetapi karena gigi truk gak kuat diajak nanjak," kata Sipon.
Pria 30 tahun itu bercerita, ia awalnya melaju menggunakan gigi tiga. 50 meter sebelum Jembatan Branjangan, Ia melambatkan laju truknya karena ada lubang di jalan. Ia mengganti giginya dari tiga ke gigi dua. Setelah itu ia melaju lagi. Rupanya pria asal Jombang itu salah langkah. Gigi dua rupanya kurang bisa melajukan truknya.
"Pas di tanjakan, gigi nya habis, keluarnya angin. Truk langsung mundur," kata Sipon.
Sipon kemudian mengerem meski telat sehingga truknya berhenti. Sipon yang kemudian turun melihat sebuah motor sudah terlindas ban truknya. "Saya lalu berpikir buruk, saya sempat jantungan. Tak kira ada orang di bawahnya, ternyata nggak ada," tandas Simon yang mengaku truk itu dibawanya dari PT Ispatindo Sidoarjo menuju ke Segoromadu, Gresik. (iwd/bdh)












































dua pengendara Motor Abdul Muin dan Watin/ Foto: Imam Wahyudiyanta